Wednesday, March 28, 2012

Ruang Berbatas (sajak ke 2 untuk Angelina Yofanka)

Pandangi aku tanpa jarak..

Di halimun hati tak berdinding

Hempas…

Hempaskan dimensi itu!

Ikat aku!

Basahi gersang ini…

Kosong,

Hanya endusan udara menyeringai hampa,

Bebatuan bisu…

Gemercik air dan lalu lalang burung-burung hitam..

Sedang jiwaku kering,

Termakan waktu..

Naluri mencari, mengejar, merindukan..

Sepi,

Sunyi,

Bidik mataku!

Dikapilah halusmu..

Rasa tlah padamkan api..

Satukan bukit-bukit terasing..

Aku memandangmu..

Tanpa jarak,

Tanpa ruang pandang,

Mengenang pilar langit-langit senja..

Aku memandangmu..

Tanpa batas,

Tanpa bentangan putus asa,

Rindu mengayuh daun-daun mimpi

Meraba sapa senyummu di ruas rangkai pelangi…

Aku memandangmu..

Diantara ayunan lentera pagi,

Mengejar, berlari, menutup hati..

Untuk mati….

Thursday, March 1, 2012

Sebuah Sajak (Utk Alm.Angelina Yofanka)






Bebatuan di balik pintu,
Deras mengalir airnya berpeluru,
Lubang menganga tempatnya meregang nyawa,
Diam tenggelam terjepit masa,
Malamnya hening tanpa suara,
Raganya kuncup diakhir belia,
Manis terkenang duhai senja,
Kala mendayung akar lentera,
Angelina Yofanka..
Namanya tertera dibalik doa,
Mengalir, menerjang batas airmata..
Bunda menangis, ayah pun lara..
Adik berduka, kawan pun merana..
Hilanglah hilang candanya tak terbaca..
Hilanglah hilang esoknya bermuara..
Duduk terkenang sang petualang,
Selamat jalan kunang-kunang sayang..
Untukmu aku berdendang,
Sebuah sajak tanpa bintang...