Thursday, September 22, 2016

Mata


    Aku ingin kau mengingatku sebagai mata. Mata tempat kau mengenali semua yang ingin kau ketahui. Mata di mana kita pernah saling berpapasan dan mengingat satu sama lain. Mata tempatku dan tempatmu menyimpan kerinduan yang tak terelakkan. Mata, tempat kita tak bicara dan hanya memendam rasa, “Cinta”.

Berkali-kali aku tahu bahwa mata pernah menyembunyikanmu pada titik yang cukup jauh dari penglihatanku dan aku tak bisa menemukanmu kala itu. Kita pernah terpisah begitu jauh dan kau tau itu, hanya saja, lagi-lagi aku bisa menemukanmu, mengendap pada satu-satunya yang aku miliki, “Hati”.

Kini, aku begitu menginginkan kau melihat mataku yang begitu menyimpan kisruh. Mata yang menurut mereka tersirat sesuatu yang begitu menyakitkan, “Kehilangan”.
Ini mataku, dan ingatlah aku ketika kau melihat matamu sendiri di depan cermin itu.
Aku adalah bagian dari apa yang kau lihat dan kau adalah tempat di mana aku dapat bebas untuk melihat. Kita saling melihat, tanpa jarak pandang dan tanpa sudut-sudut yang menikung, karena kita “Saling berhadapan”.

Lalu, kenapa kita tak juga saling bicara? Apa karena kita adalah dua pasang mata yang hanya mampu untuk melihat tanpa ada kata-kata sedikitpun?
Tapi, mungkinkah kita dapat saling melihat pada jarak yang sejauh ini? Bukankah bicara akan lebih memungkinkan dibandingkan saling melihat dari kejauhan?

Ah, sudahlah.. mungkin selamanya kau akan mengenangku sebagai mata. Mata yang dapat menguntitmu kemana-mana, kapan saja!

Monday, September 12, 2016

Duka


Sapu tanganku sudah sangat basah dan masih ada yang tak ingin berhenti,
Ia mengalir semaunya,
Merenggut sebagian malam ini dan melelahkan “Aku” yang terbangun pada esok pagi..
Kantung mata berwarna hitam lalu ia berikan sebagai kenang-kenangan..

Aku bercengkrama dengan-Nya,
Pada iring-iringan airmata..
Tentang betapa beratnya hari ini
Tatkala tubuhku gemetar dan hampir limbung..

Sebuah drama dipagi buta
Dan lanjutannya dikala senja
Seakan mengujiku yang tengah belajar berjalan,
Disaat mereka berlomba-lomba untuk terbang

Aku menikmati masa pembelajaranku,
Hanya saja, kadang ada yang tak ingin melihatku berjalan,
Mereka ingin melihatku merangkak,
Dan tak pernah sampai pada apa yang aku tuju

Inikah hidup?
Kadang aku tak terlalu kuat,
Bahkan untuk menopang diriku sendiri

Esok, entah akan ada apa lagi..
Aku tak pernah tau isi skenario yang Dia buat,
Bahkan untuk sekedar tau berapa babak yang akan aku mainkan,
Aku tak tau!

Hanya saja, malam ini terasa begitu panjang,
Dan aku masih terjaga..
Dalam kegetiran..