Monday, September 12, 2016

Duka


Sapu tanganku sudah sangat basah dan masih ada yang tak ingin berhenti,
Ia mengalir semaunya,
Merenggut sebagian malam ini dan melelahkan “Aku” yang terbangun pada esok pagi..
Kantung mata berwarna hitam lalu ia berikan sebagai kenang-kenangan..

Aku bercengkrama dengan-Nya,
Pada iring-iringan airmata..
Tentang betapa beratnya hari ini
Tatkala tubuhku gemetar dan hampir limbung..

Sebuah drama dipagi buta
Dan lanjutannya dikala senja
Seakan mengujiku yang tengah belajar berjalan,
Disaat mereka berlomba-lomba untuk terbang

Aku menikmati masa pembelajaranku,
Hanya saja, kadang ada yang tak ingin melihatku berjalan,
Mereka ingin melihatku merangkak,
Dan tak pernah sampai pada apa yang aku tuju

Inikah hidup?
Kadang aku tak terlalu kuat,
Bahkan untuk menopang diriku sendiri

Esok, entah akan ada apa lagi..
Aku tak pernah tau isi skenario yang Dia buat,
Bahkan untuk sekedar tau berapa babak yang akan aku mainkan,
Aku tak tau!

Hanya saja, malam ini terasa begitu panjang,
Dan aku masih terjaga..
Dalam kegetiran..


No comments:

Post a Comment