Dan kelak, aku akan
menginjakkan kaki di Eropa (Swiss, Ceko dan Jerman), setelah sebelumnya aku
dapat menginjakkan kaki di Dubai. Tapi, dalam semua pencapaian ini, ada yang
masih berkecamuk dalam kesedihan. Dia, hati.
Dan kelak, aku akan
hidup dengan seseorang, tapi tidak dengan hatiku! Lagi-lagi tentang hati. Aku
telah menguncinya rapat dan tak cukup lima tahun untuk mengusir seseorang pergi
dari sini. Dia, masih menjadi satu-satunya penghuni di sana.
Dan pria itu kini
semakin mendekat, sementara aku membalasnya dengan kekasaran, dengan sikap
dinginku yang membuatnya penasaran. Dia, yang bagai angin lalu pada hatiku.
Tak
cukup hanya baik, rela berkorban dan uang yang melimpah untuk mengubah haluan
hati ini. Aku cukup keras kepala untuk mempertahankan apa yang ingin aku
pertahankan, termasuk soal perasaan. Tapi, apa yang sebenarnya aku pertahankan?
Perasaan rindu yang berkecamuk, luka, pengkhianatan, kebohongan, ingkar janji
dan semua bersatu dalam kenangan. Sementara dia mungkin telah bahagia dalam
hidup barunya yang tak pernah lagi ada aku di dalamnya.
Namun, sejahat apapun dia, kejahatan tak
mampu juga mengubah perasaan ini.
Aku
masih menyayanginya. Dan aku tak tau sampai kapan rasa sayang ini akan berakhir.
Hanya ada raut wajahnya yang aku ingat setiap kali hendak tidur. Suaranya,
gerak tubuhnya dan semua hal tentangnya, selalu sama. Aku merindukannya.
Dan
tentang pria ini, aku masih membalasnya dengan spontanitas, kekasaran, sikap
acuh dan dinginku. Aku kira dia akan menjauh, tapi ternyata dia sama dengan
semua pria sebelum ini, PENASARAN!
Kenapa?
Aku selalu bertanya, kenapa mereka justru menyayangi aku yang sangat kasar
seperti ini? Aku yang tak pernah bersikap ramah dan terkesan dingin. Aku ingin
sendiri, tapi nyatanya kehidupan akan mencibir mereka yang masih hidup sendiri.
Kelak,
aku akan menjadi tua, tapi aku masih mencintai dia yang kini entah dimana. Dan
tentang pria ini, kini aku nyaris bosan setengah mati. Aku tak pernah
benar-benar tertarik pada siapapun dan aku selalu menunjukkan ketidak
tertarikan itu, karena aku tak suka berbasa-basi dan hidup dalam topeng.
Aku
harus berubah. Aku tahu itu. Tapi, aku masih menyayangi dia. Dia yang hanya
memberikan kenangan perihal luka.
Ditemani lagu-lagu mellow Melly Goeslow
(Bimbang), jadi baper deh. Jarang-jarang nulis curhatan diblog, tapi daripada
dipendam, lebih baik dikeluarkan. Intinya aku sangat merindukan dia, disaat ada
pria yang dengan tulus menyayangiku, tapi aku tak pernah benar-benar bisa
menyayangi siapapun lagi.

No comments:
Post a Comment