Aku memandangmu dalam keremangan,
Mencintai diam-diam,
Diufuk malam..
Rindu tak lagi menyisir debur ombak itu..
Seperti gulungan mendung dibatas kesepian..
Larut,
Seperti gemintang tertutup hujan dan anai yang
terlupa dalam ilalang..
Aku singgahi ruam berparas ayu,
Entah apa, mungkin hanya siluet dalam kebisingan..
Aku lupa.. terlupa dalam nama berwarna senja..
Senja yang melupakan bilur-bilur bermata elang..
Siapa?? Ku tanya siapa yang mengendap diam-diam
diranah airmata..
Mencuri utuh dari batas waktu yang mengembun,
Lihat, dinding ini tlah tersentuh..
Olehnya yang merumah kala lara..
Biar, biar saja..
Ini hanyalah sisa dari keping-keping bejana yang
termaktub dalam pesona,
Mencintainya..
Itu.. itu matanya menyambar tungku dingin ini..
Bercengkrama tanpa bahasa..
Bisu..
Aku iramamu.. dan kau melodiku..
Itu saja,
Ungu..

No comments:
Post a Comment