Sunday, February 9, 2014

Syair Duniaku


Masih saja begini.. Aku lupa jalan pulang. Berputar pada lingkaran tanpa ujung. Pada rona merah mana hatiku mampu berdebar-debar??  Melukiskan ujung gelisahku yang lupa akan kata-kata.
Masih saja begini.. menua dalam bias senja, sementara yang lain telah berlari mengejar titian mimpi..
Kadang sulit.. menyalakan lilin sedang tak ada secercah api di sini. Dan aku lupa, dimana rumah jiwaku berada..
Berjalan saja.. kubiarkan begini adanya.. bersorak sorai, namun aku tak mendengar. Kurasakan sepi.. menatap bias-bias yang memapah beriringan, bergandengan tangan.
Aku berjalan dengan caraku.. dalam etalase terisolasi yang aku asingkan di sini tanpa keramahan.
Jangan mengusikku.. biarkan aku terkunci sendiri.. menyesapi sedikit memori yang membekas dalam hati..
Lurus saja.. teruskan jalanku.. aku tak peduli. Jangan biarkan aku berbalik, atau biarkan aku melirik.. kanan atau kiri, sama saja.. aku masih begini.
Aku masih berputar-putar, sementara kalian telah ke luar lebih jauh.. berlari lebih cepat dari syairku yang lambat.
Aku masih menikmati bait-demi bait yang aku ciptakan sendiri.. terkungkung dalam memori puisiku yang berarti..
Aku pun sama.. aku punya mimpi..
Seperti kemarin, kau, aku dan kita.. tertawa bersama-sama di sana.
Tapi kini, ku lihat tak ada siapapun di sana.. waktu yang telah mengubah segalanya.. meski hanya aku yang masih tertinggal sendiri.
Lupa, biar saja terlupa.. kenanglah aku.. sebagai kenangan.. sebab aku punya duniaku yang lain.. pada cerita-cerita roman diri yang tertambat dalam sajak malam..
Begini saja.. masih saja begini.. ini aku, duniaku, beberapa bait syair pilu akan ketertinggalanku..
Sebab pilihan telah memilih..
Jalan ini yang terpilih..
Begini saja.. ini aku.. ini pilihanku..
Entah denganmu.. siapapun kamu..
Urus saja duniamu..
Aku tak mau tau...

No comments:

Post a Comment