Menguliti waktu,
Tidur dalam duri bunga-bunga tanpa kelopak
Ada senyuman kecut
Sekedar penanda bias kegetiran
Kau pikir siapa?
Berjalan angkuh dalam bahasa diam yang kau pecundangi,
Meludahi, lantas tak kembali..
Laut yang kau kira biru,
Hanyalah gambaran bahasa pengecutmu yang gagu..
Gali dan kubur saja
Kata-kata dalam sajakmu yang dungu..
Itu bukan rindu..

No comments:
Post a Comment