Monday, August 22, 2016

Sepatu


Meleleh sudah mataku, membaca kembali percakapan kita tentang sepatu.
Kau begitu menyukainya..
Dan aku menyukaimu,
Lalu aku menyukai sepatu..

Berpasang-pasang sepatu aku berikan satu-satu..
Berjejer rapi di depan pintu kamar itu..

Kau tersenyum melihat kumpulan sepatu-sepatu,
Dan aku terpesona menatap senyum kupu-kupu..

Tapi, tak lama kau mengusirku..
Tanpa satupun sepatu,
Untuk kakiku..

No comments:

Post a Comment