Seikat bunga aster putih dan jalanan berkelok-kelok.
Malam yang ramai dan penuh lalu lalang orang.
Aku tersesat..
Tak ada yang tau, bagaimana tubuhku menggelapar.
Dan mata tak bisa lagi mengenali gelagat pekatnya awan hitam.
Lalu badai kulihat di mana-mana,
Menghantamku yang kini berlari sendiri..
Tak ada yang lebih letih selain ditinggalkan ditengah-tengah lautan..
Dan aku harus tetap berdiri tegak sebagai seorang petarung tangguh.
Angin telah aku taklukan..
Dan lautan kini menjadi teman..
Namun, masih saja ada malam dimana semua terasa lebih menakutkan..
Lalu gigil datang, dan hampir menikam satu-satunya yang tersisa, hati!
Malang!
Bahkan angin saja mampu mentertawakannya kali ini..

No comments:
Post a Comment