Wednesday, May 31, 2017

Karet dan Besi


Aku hidup di arena pertarungan.. 
Diantara riuh ricuh mereka yang tengah bertaruh akan kemenangan
Mereka menyebutku besi..

Kuat, keras dan kokoh,  itu ciri khasku! 
Mereka perlu.. 
Mereka membutuhkanku.. 

Sesaat,  tak ada yang aku takuti.. 
Tak ada yang mampu menggetarkan nyali, 
Di arena pertarunganku sendiri.. 

Bahkan,  tatkala sesuatu mulai membelalakkan mata 
Dan aku tertawa.. 

Dia..
Dia berdiri di sana! 
Sebagai lawan pertama yang tak pernah aku sangka.. 

Dia yang tampak biasa dan tak bisa aku kenali senjatanya
Dia..  Dia yang masih saja aku kira tak sepadan untuk bertarung di Arena.. 
Dia.. Dia yang akhirnya menang telak dengan gerilya
Berjuang diam-diam tatkala semua tengah menutup mata.. 

KARET!! 
Dia hanya sebuah karet, sedang aku adalah besi..
Dia tak lebih kuat,  keras dan kokoh ibarat besi.. 
Dia tak lebih bernilai dan berarti.. 
Dia.. 
Dia hanya karet,  bukan besi.. 

Tapi,  senjatanya mampu dia simpan rapi! 
Kelenturannya mampu merebut hati yang tengah dikurung dalam jeruji.. 
Dia mampu berubah kapan saja dalam setiap kondisi.. 
Dia adalah pemenang paling tangguh dalam beradaptasi.. 
Dia begitu disukai.. 

Sedang aku adalah besi!! 
Yang kaku,  keras dan sulit diubah bentuknya.. 
Aku perlu dibakar atau dipanaskan dalam suhu tinggi.. 
Untuk bisa berubah dan beradaptasi.. 

Aku telah kalah..
Dalam waktu lama,  namun sulit aku lupa.. 
Kekalahan pertama yang tak pernah aku duga.. 

Mira.. 
Dia pencuri yang tak pernah menampakkan muka!! 
Merebut pialaku tanpa mau berkata-kata..
Dia perampok berwajah manis tanpa etika.. 
Ingin aku melemparkannya pada neraka!! 
Aku murka!! 

(2015)


No comments:

Post a Comment