Sunday, September 24, 2017

AMPLOP BIRU




    Sudah waktunya, sejak aku menyimpan amplop itu rapat-rapat pada ruang tersembunyi dilemari. Amplop biru berisikan kata “Maukah?” yang berakhir dengan tanda tanya. Dan pada dini hari tadi, amplop biru itu mendapatkan jawaban yang mengejutkan, sampai-sampai warna birunya kini berubah menjadi merah muda. “Ya” akhirnya keluar dari mulutnya setelah bertahun-tahun amplop itu kembali lagi dan lagi beserta jawaban “Tidak”.
***
Saat jingga tak bisa aku lihat lagi. Warnanya pudar, hangatnya berpendar. Ketika tak ada lagi kata “Jingga” pada senjaku yang menua.
Apa yang bisa aku katakan pada langit yang pernah bertanya tentang dia?
Apa yang bisa aku jawab pada dinding-dinding kamarku yang pernah mendengar namanya aku sebut dalam doa?
Tidak ada.
Karena yang ku tahu, tak ada lagi warna jingga yang memantul dalam mataku hari ini. Jingga yang tak pernah bisa pulang kembali seperti merpati.

    Mentari pernah meragukanku tatkala aku ingin terbang menuju langit biru. Mungkin dia melihat ada yang masih membekas dalam lara. Atau barangkali dia pernah mendengar gema dari seribu tanda tanya yang tak pernah bisa dia dibaca.
“Kau itu kelinci!!”
Itu yang seringkali aku dengar dari mulut mentari ketika aku hendak menemui pagi.
“Kelinci??”
Aku lalu merenungkan kata-kata yang keluar dari mulutnya dini hari tadi.
    “Tidak! Aku bukan kelinci..”
    “... Karena aku tidak sedang bermain kali ini dan aku juga tidak sedang memilih. Aku hanya sedang menemui sebagian dari diriku yang ada dalam dirinya yang tak pernah aku temukan pada diri-diri sebelum ini.
Ya, aku memang tidak bisa dikatakan merpati, karena sebelumnya aku senang untuk singgah pada beberapa hati. Hanya saja, tak semua yang aku singgahi itu memiliki apa ya aku sebut “sebagian dalam diriku”. Dan aku melihatnya seperti aku melihat diriku sendiri.”
***
   
Buka amplopnya!
Lihat, tak ada apa-apa di sana!
Kosong..

Seperti ruang gelap tanpa sekat
Aku bisa bebas berlari

Seperti lilin tanpa api,
Utuh..

Baca amplop itu, “BIRU”!
Tapi putih..

Tandai ruangmu, rasakan hangatnya!
Kosong, bebas, utuh, putih.

Aku baru saja memulainya!
Sekarang!
Saat ini!



Bandung, 24 September 2017
Dini hari


No comments:

Post a Comment