Wednesday, March 14, 2018

Dilupakan Jakarta



Apa kabar Jakarta? 
Di sini sayap-sayap burung tanggal dan taring harimau rontok berjatuhan. 
Auman garang kini bak suara cacing merengek dimalam hari. 

Apa kabar matahari di sana? 
Di sini redup. 
Panas tak ingin bergelayut diantara mata hujan. 
Dan hujan bersikeras tak ingin cepat turun. 
Angin bahkan mengubur dirinya dalam salju yang tak putih. 

Apa kabar senyummu? 
Aku kehilangan cara untuk tersenyum. 
Aku juga lupa cara mendamaikan gigi dan lidah agar tidak berseteru.

Di sini kacau. 
Tapi kau masih saja bercakap-cakap dengan cermin yang tak bisa berkata apa-apa. 
Kau memujanya yang terlihat sempurna di dalam cermin. 
Kau begitu bangga! 

Kau tak pernah tau,  bahwa burung-burung tak bisa lagi terbang kali ini. 
Dan harimau kesulitan menggigit bangkai rusa di depan matanya. 

Hingga kaki jenjangmu berdiri di atas gedung megah itu, 
Kau tak pernah tau bahwa ada jiwa lain yang terkubur jauh di balik hingar bingar Kota Jakarta. 

Kini kau bisa menggenggam langit dan bercengkrama bersama matahari,  tapi coba lihat sepatumu! 
Ada namaku tertinggal di balik pijakannya..
Kau menginjaknya! 
Aku yang pernah menuntunmu berjalan menaiki tangga, 
Hingga sampai ke puncaknya.. 
Kau lupa? 

No comments:

Post a Comment