19 Juni, rindu berkecamuk pada tahun ke enam di kalender.
Sesegera mungkin, “harap” tergeletak bersama bangkai-bangkai tanpa nyawa.
Dia bersikukuh tinggal dibalik tembok tanpa jendela.
Dan pintu berdiri kokoh dengan rantai dan gembok-gembok tanpa kunci.
Wajahnya kian terlupa, suaranya nyaris sirna!
Tapi, hatinya masih tertinggal dalam jiwa.
Di dalam jantung tempat kehidupan dipompa dalam darah.
Dia masih bersikukuh tinggal sebagai pendatang yang pertama.
6 tahun!
Dan angin menerbangkan kalendernya.
Melupakan angka 19 yang tertambat di bulan juni.
Dan judul-judul tentang selimut berbulu angsa terbuka lagi.
Ada namanya, ada kisahanya, ada semua yang aku rahasiakan dari purnama.
Jingga..
(Happy 6th Anniversary dear, i miss you)



No comments:
Post a Comment