Tuesday, October 13, 2020

MELEPAS BIRU

 



Ketika dia memilih untuk menikah dan memutuskan komunikasi denganku. Ketika aku dengan perasaan bahagia datang ke pesta pernikahannya dan merasa semua baik-baik saja. Ketika aku beberapa kali memperlihatkan orang-orang baru kepadanya dan semua tidak pernah ada masalah. Namun, kadang-kadang ada satu waktu aku merasa begitu kehilangan karena komunikasi itu sudah benar-benar tidak ada, bahkan untuk sekedar sapa dan bertanya apa kabar, terasa begitu mustahil untuk dilakukan.


    Dan kini aku sedang berusaha bangkit dari berbagai musibah yang datang dalam hidupku, mulai dari menstabilkan keuangan setelah terkuras oleh biaya RS Santosa, lalu kemalingan dan terakhir karena efek Corona. Bulan-bulan kemarin aku bahkan difitnah besar-besaran oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang telah mencuri HP dan dompetku. Semua data di HP dan flashdisku disalah gunakan, sehingga aku harus bolak-balik ke kantor polisi untuk melaporkannya.


    Bulan ini, aku sebut sebagai sebuah kebangkitan. Aku mulai gencar menggenjot penjualan, memperbanyak reseller dan berencana membuka usaha kuliner dan semua tidak mudah, terutama ketika akan merekrut pegawai baru. Aku sempat memberhentikan pegawai yang baru saja direkrut karena tidak bertanggung jawab dan tidak bisa dipercaya.

Dan ditengah perjuanganku saat ini, tiba-tiba saja aku mengingatnya. 


    Kalau saja dia masih mau berkomunikasi dalam ikatan pertemanan seperti dahulu, mungkin aku tidak akan merasa hampa seperti sekarang. Dia adalah orang yang paling mengerti bagaimana perasaanku. Dia sering membuatku merasa nyaman didunia maya. Aku bisa bercerita apa saja kepadanya dan dia tidak pernah merasa bosan. Tapi, kini dia sudah menikmati dunia barunya tanpa kehadiran aku, sahabat lamanya didunia maya.


    Aku masih ingat, bagaimana dulu kita chat setiap hari. Kita bisa bebas menceritakan apa saja. Dia adalah teman yang sangat menyenangkan didunia maya. Dan kenangan dengannya dalam bentuk foto sudah hilang semuanya di HP ku yang dicuri orang. Aku sungguh marah dengan pencuri itu, karena sebuah kenangan tidak bisa terulang lagi. Dan kini aku sudah benar-benar kehilangan dia.


    Setelah dengannya, aku memang mendapatkan beberapa orang yang dalam hal fisik lebih dari dia, tapi dalam hal ketulusan, tidak ada yang bisa mengalahkan ketulusan dia terhadapku. Aku ingin sekali mengulang moment dimana kita masih berteman didunia maya dan belum bertemu didunia nyata. Dia adalah orang yang paling setia mengunggu tulisanku, terutama ketika aku menulis puisi. Dia bahkan pernah memiliki perasaan mendalam yang belum pernah aku rasakan kepadanya. Dia pernah lomba berenang dengan temannya dan membayangkan aku sebagai hadiahnya jika dia menang dan dia sangat semangat sekali. Dia pernah mengatakan bahwa dia lebih menggebu-gebu menyukaiku dibanding artis kesayangannya, Raffi Ahmad, hahaha. Kalau dia ingat ini sekarang mungkin dia akan tertawa dan merasa illfeel dengan kelakuannya dulu.


    Sekarang dia tengah mengarungi bahtera rumah tangga yang dulu dia takuti. Dia terlihat bahagia dan baik-baik saja. Aku merasa senang melihatnya. Tidak ada rasa cemburu dalam diriku atau merasa terluka, karena aku tidak pernah benar-benar mencintainya. Aku hanya menyayanginya sebagai saudara dan dia selalu tahu akan hal itu. Sehingga aku harap dia tidak pernah salah paham ketika aku mencoba berkomunikasi dengannya, karena aku merindukan dia sebagai sahabat didunia maya, bukan sebagai kekasih. 


Merindu laut yang kau sebut kemelut..

Daun-daun jatuh yang dulu kau kira akan jatuh ditamanku

Berjalan dengannya, dan kau tengah menikmati langit senja

Ombak telah menghantam rasamu yang dulu bersikukuh hadir

Dan kini dialah malaikat penakluk fajar

Membangunkan sepimu dari gaduhnya kisruh hati

Kau telah meminang bahagia 

Dan aku baru saja berkenalan dengan nestafa

Rindu yang bersikukuh mengenalmu lagi dalam secarik rasa

“Aku baik-baik saja!”

Anggap saja aku mengucapkannya

Dalam setiap helai udara yang tidak bisa aku nikmati lagi..



No comments:

Post a Comment