Saturday, December 29, 2012

Maaf

Hati yang bersemayam dalam kedamaian

“Jangan lagi biarkan aku berlari..
Aku lelah berlari untuk mengeringkan gerimis yang menyisir hati..
Aku ingin pulang..
Aku malu di sini..
Aku gersang
Bawa aku pulang..
Aku ingin pulang”

          Malamku masih hening.. di sini dingin. Di sini beku.. Sebagian dari ruang ini kini gelap. Tunjukkan aku pada matamu..
Aku ingin berkaca..
Ada berapa keping hati yang perlahan aku lukai.. ada berapa tetes airmata yang orang-orang jatuhkan karena aku..
CINTA..
Ya, kata mereka itu cinta..
Disebut apakah aku ini?? Aku yang terlalu bermain-main dengan orang-orang yang mencintaiku??
Bukan, bukan bermain-main, tapi aku terlalu sulit untuk bisa memberikan hati.. Dan kadang aku kehilangan rasa.. apapun itu..
Entahlah, aku pun tak tahu kenapa begini..
Terlalu dingin?? Terlalu cuek??
Ya benar.. itu aku.. kadang semua terasa datar..  
          Dear orang-orang yang tulus mencintaiku, dear orang-orang yang pernah aku lukai, dear orang-orang yang pernah ada dihidupku tapi aku tak sedikitpun memberikan hati, namun aku masih bisa berada disamping kalian dulu, aku minta maaf..
Aku benar-benar minta maaf dan merasa bersalah begitu dalam.. Kalian harus tahu bahwa kalian tetap hidup dalam memoriku, kalian masih berarti meskipun tanpa satu kata “CINTA”
Aku lelah bermain-main dengan perasaan.. aku ingin terbang dan menghilang sesaat.. aku bosan.. aku marah.. aku ingin berkaca dan melihat seberapa banyak orang-orang yang tulus mencintai yang telah aku lukai.. aku rindu kalian.. rindu kalian hadir di sini.. maafkan aku.. aku menyesal..
         

No comments:

Post a Comment