Thursday, August 30, 2012

Diam

Diamku bukan beku..

Diamku bukan endapan gelisah tanpa rasa..

Jauh Ku telusuri jurang rindu,

Menelisik siantar bening mata itu..

Rindu.. rindu.. rindu menjelma kering kelabu..

Biarkan berkelana diporos bait makna..

Diamku menggugu bisu..

Menelusup dingin hatimu dierangan waktu, D

iamku benar diam..

Biarkan tetap diam,

Diam menatapmu tanpa kedipan..

Diam mengeja binar-binar jelita bahagia..

Diam dalam kidung syukur tanpa prosa,

Diam, diam, diam, diamku etika berpalung wibawa..

Diamku pemujaan tanpa hiperbola,

Diam, diam, diam kusapa diam..

Memeluk piringan penghayatan..

Diamku berpendar lara pelana,

Diam, diam, diam itu cinta..

Untuk Jingga..  

No comments:

Post a Comment