Akan tiba saatnya api bersuara..
Suatu saat tatkala kau berselimutkan ketakutan..
Dan petir kelak akan mempertunjukan amarahnya,
Menghantammu yang semakin lupa diri..
Tuhan mengelus-elus pundak, mengusap airmata dan
meredakan apa yang bergejolak dalam dada..
Aku berbisik lembut pada-Nya dalam doa-doa..
Aku letih,
Aku tak kuat,
Aku lelah memikul beban-beban berat..
Kau telah lupa, ada namaku yang ternodai pada setiap jalan yang kau injak..
Ada harga diri yang aku pertaruhkan pada setiap senyummu yang mengembang..
Ada episode yang harus aku selesaikan pada setiap babak yang kau tinggalkan..
Aku masih memikul beban itu, sedang kau tengah bersenang-senang..
Aku masih berkecamuk dengan angka-angka yang tersirat dalam hitungan, sedang kau tengah bersenda gurau dalam nyanyian..
Bersiaplah!
Hujan akan reda, tapi api tak akan kehilangan panasnya!
Bersiaplah!
Kau akan mendengar suara api menggelegar..
Merobek gendang telingamu dan meluluh lantakkan persendianmu..
Api akan membakarmu hidup-hidup!
Menghanguskanmu hingga kau tau sakitnya direnggut..
Kau harus tau dan kau akan tau,
Bagaimana api meluluhlantakan tawa itu,
Kau harus tau dan kau akan tau,
Dimana letak akar waktu!
Tunggu saja, tak akan lama lagi!
Akan aku sumpahi hari-hari!
Hingga kau tak lagi berbekas abadi..
Mati!



