Aku hidup di atas langit-langit kamar tua
Diantara pengapnya rumah tanpa jendela
Menengadah saat lelah
Tapi tak ada celah..
Diantara beban sejarah, bumi seakan terbelah..
Menelantarkanku sendiri tanpa arah..
Hari-hari kembali terulang
Berulang-ulang
Tak terbilang
Sembunyikan aku!
Dikedalaman kata yang kau rahasiakan abjad-abjadnya..
Aku terkepung..
Tersesat diantara jendela yang baru saja terbuka
Di sini gelap..
Aku kalap!
Aku bersembunyi..
Diantara sarang laba-laba
Bersama hujan yang seringkali basah menyapa
Dan angin yang bertiup tergesa-gesa
Temukan aku!
Aku tengah memandangmu!
Di bawah selimut, tempat lelahmu bergelut..
Aku berjelaga,
Dibalik kacamata yang tergeletak di atas meja
Dunia yang ku dengar tengah berkidung
Menyenandungkan lagu kematian..
Dekat,
Semakin dekat waktuku!
Datangi aku!
Sekali lagi sebelum matahari terbenam
Dan jejak-jejak kelam kembali menggelapar
Ada suara-suara lain yang harus kau dengar
Di balik pintu dan jendela di bawah sungai besar
Di sana ada aku, ada sukmaku..
Tenggelam..
Hitung jari-jari tanganku!
Lihat garisnya!
Temukan batasku!
Lihatlah apa yang tak kau lihat!
Dengarlah apa yang tak kau dengar!
Aku berkelana..
Berbekal nasehat-nasehat lusuh dunia
Berjalanlah!
Berjalan denganku!
Bergandengan..
Telah ku kantongi rembulan..
Dan ku hiasi petala langit
Mendakilah bersama!
Kita warnai lapisannya..
Dan pada jendela terbuka..
Aku menggapai-gapaimu resah..
Berbaliklah!
Batas adalah pemisah..
Tempatku menanggalkan ruang pandang
Mengikatku!
Seakan esok tak akan bisa aku miliki lagi..
Maka berlarilah!
Kejar aku!
Kali ini percepat!
Aku berdiri diantara pergantian siang dan malam
Aku mematung di atas palung senja
Aku terus berhitung..
Murung..
Aku menuliskanmu!
Pada sisa-sisa usiaku..
Pada ukiran batu nisan itu..
Rindu adalah wujud lain dari aku..
Sedang ragumu adalah benang untukku menyulam sepotong baju..
Gersang..
Terbalut panas ditengah terik siang..
Beku..
Sebelah hati mematung terpaku..
Aku meminangmu..
Berbekal sembilu dan sejumput cerita masalalu..
“Hiduplah denganku!”
Itu kataku..
Mau?

No comments:
Post a Comment