Wednesday, July 25, 2018

DAILY ACTIVITY




Sabtu, 21 Juli 2018

    Dari sekian orang yang aku undang untuk hadir dalam acara ZMS (Acara untuk merekrut agen), akhirnya aku berhasil membuat Ibu L dan Pak R datang. Ibu L adalah salah satu nasabahku, sedangkan Pak R adalah seorang senior yang sudah melanglang buana ke mana-mana. Dia sering mendapatkan trip ke luar negeri dan dia sering mendapatkan closing besar di Perusahaan B (Kerugian). Aku mengenal Pak R sudah cukup lama, yaitu pada tahun 2010 saat aku masih kuliah dan bekerja di salah satu perusahaan Trading Valas, hingga kemudian pada akhir 2017, kita bertemu lagi di perusahaan B, dan dia adalah Suvervisor RC di situ.
Satu kebanggaan tersendiri untukku yang kemudian bisa merekrut Pak R menjadi agenku di Perusahaan Z (Life) tanpa paksaan, padahal menurut Pak R, sebelumnya Ibu H (Agency Manager) dan Ibu N (Agency Director) sudah membujuknya berkali-kali untuk menjadi agen mereka.
Ibu N juga cukup kaget ketika dia masuk ke kelas ZMS dan melihat Pak R sudah berada di salah satu kursi di dalam kelas. Ibu N juga menceritakan bahwa susah sekali membujuk Pak R untuk menjadi agen. Mendengar hal itu, aku jadi ingin tertawa sepanjang hari, alasannya adalah sederhana, karena sebenarnya pada hari jumat, aku mengajak beberapa orang datang tanpa memberitahukan bahwa aku akan merekrut mereka di perusahaan Z. Aku tahu beberapa hal yang bisa memancing Ibu L dan Pak R datang menemuiku, dan aku memakai cara itu. Aku memakai cara tersebut hanya agar mereka datang terlebih dahulu tanpa paksaan dan mendengarkan trainer menjelaskan tentang perusahaan, produk, jenjang karier, komisi dan bonus-bonus yang akan diberikan jika calon agen bergabung di sini. Alhasil, mereka kemudian mulai tertarik, meskipun masih ragu-ragu untuk masuk.

    Selesai kelas ZMS, aku mengajak mereka ke Jl Braga. Tadinya kita akan makan siang disalah satu Cafe milik teman aku, namun ternyata sebelum jam 12, makanan masih belum ready. Kemudian, kita memutuskan untuk makan di Upnormal yang tidak jauh dari situ. Pak R tampak tak punya banyak waktu saat di Cafe, karena dia harus menjemput anaknya, namun dia menyempatkan minum kopi hangat karena aku terus membujuknya. Aku juga tidak berhenti meyakinkan Pak R untuk jadi agen. Dia kemudian setuju dan akan mengirimkan persyaratannya setelah sampai di rumah.
Hari itu, aku juga memiliki janji dengan H (agen Ibu N yang sedikit memiliki perbedaan mental dengan teman-teman lainnya) yang selalu ingin belajar dariku. Aku kemudian meminta dia datang ke Upnormal.
Hari itu, aku menghabiskan waktu bertiga di Cafe. Aku mencoba mengajarkan teknik kanvasing kepada Ibu L dan H. Berhasil, kasir di tempat itu kemudian mau menjadi nasabah. Selesai dari Upnormal, kita datang lagi ke Cafe temanku, meskipun temanku tidak berada di situ, namun aku bertemu managernya dan kemudian menjelaskan kerjasama untuk mengelola kesejahteraan karyawaan dalam bidang kesehatan (pengganti BPJS) dalam bentuk tabungan. Dan manager tersebut menyambut hangat kerjasama itu dan dia akan mendiskusikannya dalam meeting dengan owner dan karyawan.

    Selesai coaching dan kanvasing dengan agenku, aku menemui teman lama yang suaminya baru saja meninggal pada Bulan Februari 2018, namanya Ibu T. Sebelumnya, aku sudah datang ke tempatnya, namun dia tidak berada di sana. Aku lalu menitipkan kartu namaku pada orang yang sedang duduk di OP Warnet (Temanku ini memiliki usaha warnet dan rental mobil).
Dan hari ini, saat aku ke tempatnya, dia bercerita bahwa laki-laki yang waktu itu aku berikan kartu namaku, tak lain adalah bandar ayam dan dia mau daftar jadi nasabahku. Aku senang bukan main, karena aku tidak menjelaskan apa-apa kepada orang itu, namun dia mau menjadi nasabah, mungkin temanku yang punya andil di sini, karena setidaknya dia pasti menjelaskan tentang aku kepadanya. Selain bandar ayam itu, temanku T juga masuk menjadi nasabah pada hari ini. Dia bercerita bahwa saat ini dia sungguh merasakan beratnya menjadi tulang punggung, terlebih lagi suaminya tidak meninggalkan apapun untuk dia dan keempat orang anaknya. Dia menyesal, seharusnya dulu sebelum suaminya sakit, dia sudah sadar tentang asuransi. Sekarang, warisan satu-satunya yang ditinggalkan suaminya adalah hutang bekas berobat. Karena hal itulah, Ibu T kemudian membuka polis asuransi.

Minggu, 22 Juli 2018
   
    Hari ini aku harus datang pada acara kopi darat pertama, Asosiasi Home Industri Indonesia di Cafe temanku di Jl. Braga. Pagi harinya, seperti biasa aku memproduksi susu kedelai, selain untuk dikirim ke toko-toko, aku juga membawa sample dan pesanan beberapa peserta Asosiasi Home Industri Indonesia.
Sebelum berangkat, aku meminta sepupuku untuk memakaikan makeup sederhana untukku. Namun, berbeda dengan makeup salon pada acara dinner, kali ini wajahku terlihat jadi lebih gelap. Mulanya aku tidak sadar dengan hal itu, dan berangkat seperti biasa.
Aku menjemput Ibu L terlebih dahulu, hingga akhirnya datang terlambat ke acara karena Ibu L sangat lelet (dandannya sangat lama).
   
    Saat sampai di Cafe, acara berlangsung di lantai dua. Singkat cerita, hari itu aku cukup memberikan kesan yang baik tentang produkku saat diberikan waktu untuk mengenalkan diri, padahal peserta yang hadir adalah para senior yang rata-rata usianya lebih tua dariku, dan sebagian peserta sudah memiliki perusahaan besar yang rutin mengekspor produk ke luar negeri.
Aku berusaha agar bisa berbicara lantang ketika mengenalkan diri dan mengenalkan produk. Aku tidak ingin saat aku berbicara, masih ada peserta yang ngobrol ke sana kemari. Alhasil, saat aku berbicara, suasana menjadi jadi hening.
Usai acara, banyak peserta menghampiriku dan memuji packaging dan keunggulan lain dari produkku. Mereka kemudian meminta nomor telepon. Dan saat aku memberikan kartu nama, mereka kemudian bertanya, “Di Asuransi juga?”. Aku hanya nyengir dan tidak menjelaskan apa-apa. Dulu aku selalu gengsi menunjukkan kartu nama itu, namun sekarang mindsetku berubah. Kenapa harus gengsi? Merry Riana saja bisa sukses dibidang itu. Hingga kemudian salah peserta dari Subang bercerita bahwa dia juga nasabah di perusahaan ini. Jadilah kita ngobrol panjang lebar.
    Selesai dari Cafe temanku, aku mengajak Ibu L untuk makan di Cafe sebelahnya, karena aku suka dengan menu-menu western dan live music di sana. Jadilah kita makan di sana hingga pukul 19.30. Dan saat hidangan penutup tiba, aku melihat rombongan bule masuk. Diantara mereka ada Pak I (teman Pa X yang sama-sama pengusaha). Aku memanggilnya, dan ternyata Pak I datang dengan Pa X. Kemudian kitapun bergabung dalam satu meja.
Aku dan Ibu L yang mulanya bersiap akan pulang, harus duduk kembali, terlebih saat Pa X menelpon temannya yang akan mencalonkan diri menjadi anggota legislatif agar datang ke Cafe. Temannya tersebut yang akan membuat kartu asuransi kecelakaan diri untuk para kadernya, dll. Pukul 21.00, Pa D datang dan akhirnya deal membuat kartu, namun dia akan masuk pada bulan September, karena nomor urut Caleg akan diumumkan pada bulan September. Walau sedikit kecewa karena harus menunggu hingga September, namun aku bersyukur karena bisa closing besar.
Hari ini aku sampai di rumah pukul 22.30, dan ayahku sedikit marah pada ibu dengan tuduhan-tuduhan yang negatif, karena hampir setiap hari aku pulang malam, namun kali ini cukup larut sekali dan aku memakai makeup (padahal sangat tidak PD karena makeup nude, wajah jadi berwarna cokelat tua).

Senin, 23 Juli 2018

    Hari ini meeting pukul 09.00 hingga pukul 10.00, setelah itu ada kelas MDRT (Kelas khusus dan berbayar bersama ex Presiden MDRT Indonesia, tujuannya adalah agar peserta cepat menjadi MDRT/penghasilan agen asuransi yang mencapai millyaran dan kelas ini diadakan beberapa bulan). Dan lagi-lagi aku terlambat karena menjemput Ibu L dan dia dandan sangat lama, sedangkan hari ini aku sudah tidak ingin memakai makeup lagi (ribet). Kita tiba pukul 10.00 saat meeting sudah selesai dan akhirnya kita masuk kelas MDRT, padahal sebelumnya aku tidak daftar untuk masuk kelas itu. Namun, aku tidak menyesal saat masuk kelas MDRT. Hari pertama di kelas ini, Pak D mengajarkan tentang NLP (neuro linguistic programming) dan aku sangat menyukai topik itu. Dan di kelas ini ternyata baru aku seorang yang sudah tahu dan menerapkan NLP dalam kehidupan sehari-hari, hingga kemudian aku diminta untuk sharing.
   
    Selain NLP, ada sesi menarik saat Pak D menyuruh para peserta memilih simbol yang kita sukai, diantaranya kotak, piramida, huruf Z dan terakhir adalah lingkaran. Hanya aku sendiri yang mengacungkan tangan saat memilih huruf Z yang aku sukai, sedangkan semua peserta di kelas memilih lingkaran. Pak D kemudian menjelaskan arti dari masing-masing simbol. Orang yang memilih kotak adalah orang pintar dan tegas dalam mengambil keputusan. Orang yang memilih piramida adalah orang yang bijaksana, menyukai kedamaian,dll. Orang yang memilih Z adalah orang yang kreatif, memiliki imajinasi tinggi dan cocok untuk menjadi leader, sedangkan orang yang memilih lingkaran adalah orang yang kecanduan SEX. Sontak semua peserta tertawa mendengar bahwa mereka adalah orang-orang  yang kecanduan SEX. Pak D kemudian menjelaskan bahwa SEX di sini adalah Smile, Enthusiasm, dan Xcitement. Mendengar hal itu, para pesertapun mulai bertepuk tangan.
Hanya untuk diketahui, aku memilih simbol Z karena aku ingat cuplikan di film Korea “Painter of The Wind”, saat semua peserta magang yang tak lain adalah para pelukis diberikan tugas untuk menghubungkan tiga baris titik-titik tanpa terputus dan Shin Yoon Bok berhasil memecahkannya dengan membentuk huruf Z. Dia kemudian menjelaskan tentang sesuatu yang tanpa batas dari huruf Z tersebut dan sesuatu tanpa batas itu seperti sebuah lukisan karena kita bebas untuk mengekspresikan apa saja dan arti dari lukisan juga tanpa batas karena setiap orang akan memiliki perbedaan dalam menafsirkan lukisan itu.
Dan karena aku memilih simbol ini, aku diartikan sebagai orang kreatif, memiliki imajinasi tinggi dan cocok untuk menjadi leader, aku sependapat.hehehe.

Selasa, 24 Juli 2018

    Hari ini aku banyak menghabiskan waktu di BCA karena harus mencetak rekening koran untuk mendapatkan bukti setor asuransi nasabah baruku. Dan antrian ke Customer Service itu sangat panjang. Tak ingin membuang-buang waktu, aku kemudian menjadikan situasi tersebut untuk prospek kepada orang-orang yang duduk di sebelahku. Alhasil  di BCA aku prospek 5 orang, dua mau jadi nasabah dan satu orang yang sedang hamil mau menjadi agen. Seperti biasa, aku kemudian posting status di whatsapp dengan menceritakan pengalaman prospek di BCA. Salah satu temanku dari Asosiasi Home Industri Indonesia (orang Subang), kemudian mengomentarinya. Aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku kemudian mengajak dia untuk menjadi agen dan berhasil, dia dengan sangat antusias mengirimkan persyaratannya dan transfer ke perusahaan untuk membayar ujian AAJI. Luar biasa, dia bahkan membatalkan acara bakti sosial hari minggu agar bisa ujian AAJI di Bandung. Dulu dia adalah seorang pengusaha maju, hingga kemudian bangkrut dan sekarang dia sedang merintis lagi. Dia adalah seorang kristiani yang taat dan sosialnya juga tinggi. Aku sangat bersyukur bisa merekrutnya. Semua kemudahan ini karena-Nya yang membolak-balik hati mereka, Ibu L, Pak R dan Ibu Lam.

Rabu, 25 Juli 2018
   
    Kita memang tidak bisa selalu mengandalkan orang lain dalam beberapa hal. Hari ini seharusnya aku pergi ke beberapa sekolah yang deal akan membuat kartu untuk siswa, namun Spv ku di Perusahaan B (Kerugian) sakit. Aku kemudian followup beberapa sekolah itu via telp. Selesai melakukan tugas itu, Aku mengantar D untuk survey lokasi di salah satu properti milik Ibu L (Ceritanya panjang, jadi tidak perlu dijelaskan). Aku seharian bersama D dan pulang sore hari, tadinya mau langsung fitness, tapi ternyata masih banyak yang harus aku kerjakan (urusan administrasi nasabah-nasabah dan agen baru), jadi aku memutuskan untuk pulang.
Seharian ini, pikiranku juga masih tertuju pada orang yang jauh di sana. Aku kemudian misscall dia tanpa alasan. Dan tanpa aku duga, saat aku melihat grup, aku melihat video dari temanku tentang apa yang terjadi di Kotanya. Aku kemudian sangat khawatir, namun tidak bisa berbuat apa-apa.

    HARAPAN

Garis cahaya dalam arah vertikal.
Dan awan-awan putih meliuk-liuk ibarat gelombang.
Sinarnya akan tertutup gelap, pelan-pelan, perlahan.
Tak panas dan tak terlalu dingin.
Anginnya sepoi dan ranting pohon menjulang diantara ruas jalan.
Ranting tak berdaun..
Ini senja?
Dan pikiranku tanpa waktu, tak ada batas waktu.
Tak bergulir..




Saturday, July 21, 2018

HAI



    Hai, apa yang kau lakukan saat kau menginginkannya? Saat di mana kupu-kupu dalam perutmu ingin sekali memeluk luasnya langit biru. Hai, kepalaku masih berada di tempatnya, tapi isinya berhamburan ke mana-mana. Apa jadinya bila setiap detik, nafasku tak berada pada saat ini? Apa jadinya jika aku masih tertinggal dimasalalu? Aku ingin mengulang gempa yang terjadi berulang-ulang. Aku ingin terombang-ambing dalam desah nafas yang tak beraturan. Aku ingin berlarian dalam imaji tanpa batas. Aku ingin sesuatu yang tak bisa aku jelaskan satu-satu.

    Rumput-rumput hijau tumbuh dikelopak mata itu. Bunganya mekar dalam dada dan kupu-kupunya menggelitik di dalam perut. Kau berjalan dalam pikiranku. Kau berlari dalam mimpiku, dan kau tertidur dalam puisi-puisiku, tapi bagaimana dengan aku? Apakah kau menghidupkan aku diantara ingatan-ingatan yang sengaja tak ingin kau nyalakan? Apakah kau pernah mengenangku dalam lilin-lilin yang mulai meleleh dan padam?

    Aku ingin menghirup nafasmu malam ini! Aku ingin berteriak tentang jarak! Aku ingin kecewa tentang jeda! Aku ingin marah! Marah pada rindu yang tak layu meski tahun hendak berganti baju. Aku berbalik pada detik-detik di mana semua terasa begitu menggelitik. Aku ingin rona wajah itu. Aku ingin debar-debar dijantungku. Aku ingin berpacu!

    Jadi, harus bagaimana aku saat ini? Sedang kau, entah apa yang kau lakukan dengan pintu-pintu itu? Dengan seribu kunci dan gembok yang tak pernah terbuka lagi. Apa yang harus aku lakukan saat ini? Dengan foto-foto yang tak tahu tentang apa yang aku inginkan sekali lagi?

    Resah bersikukuh tentang gejolak yang muncul pagi, siang dan malam. Geming bersikeras tentang ingatan-ingatan yang meninabobokan gelombang-gelombang tanpa frekuensi. Arusnya terpisah! Kutubnya terpecah! Tapi, getaran-getarannya mampu meluluhlantakkan semesta! Getarannya masih mengguncang dunia! Tapi kau menahannya di dalam perut bumi. Apa kau tak lelah? Bicaralah!

(Ditulis sambil mendengarkan lagu I’ll Stand by You)


"I'll Stand By You"
Oh, why you look so sad?
Tears are in your eyes
Come on and come to me now
Don't be ashamed to cry
Let me see you through
'cause I've seen the dark side too
When the night falls on you
You don't know what to do
Nothing you confess
Could make me love you less

I'll stand by you
I'll stand by you
Won't let nobody hurt you
I'll stand by you

So if you're mad, get mad
Don't hold it all inside
Come on and talk to me now
Hey, what you got to hide?
I get angry too
Well I'm a lot like you
When you're standing at the crossroads
And don't know which path to choose
Let me come along
'cause even if you're wrong

I'll stand by you
I'll stand by you
Won't let nobody hurt you
I'll stand by you
Take me in, into your darkest hour
And I'll never desert you
I'll stand by you

And when...
When the night falls on you, baby
You're feeling all alone
You won't be on your own

I'll stand by you
I'll stand by you
Won't let nobody hurt you

I'll stand by you
Take me in, into your darkest hour
And I'll never desert you
I'll stand by you
I'll stand by you
Won't let nobody hurt you
I'll stand by you
Won't let nobody hurt you
I'll stand by you

Wednesday, July 18, 2018

Business Dinner



Kemarin malam adalah pertama kali aku datang dalam business dinner dan talk show yang diadakan oleh perusahaan di Hotel Aryaduta, padahal dulu perusahaan lama tempatku bekerja sering juga mengadakan acara seperti itu di hotel bintang lima juga, tepatnya di Trans Luxury Hotel, namun aku tidak pernah datang sekalipun karena aku malas untuk datang pada acara yang diadakan malam hari. Tapi, kemarin malam, dua undangan yang aku undang bersedia hadir, maka dari itu, aku juga harus menemani mereka.

Tujuan business dinner tak lain adalah untuk mendapatkan nasabah kelas atas yang mau membeli produk pada malam itu juga. Dalam acara kali ini, perusahaan mengambil tema tentang kesehatan dengan mengundang dr. Lula Kamal (Doctor & host) dan ahli gizi, Max Mandias (Chef & Owner of Burgreens). Bersamaan dengan itu, perusahaan sekaligus mengenalkan produk baru yaitu Principle Care (perlindungan untuk semua jenis penyakit kritis yang sudah ada ataupun belum ada). Produk ini sangat menarik karena menanggung biaya pengobatan semua jenis penyakit kritis yang sudah ada ataupun belum ada, padahal dibeberapa perusahaan lain, jenis-jenis penyakit kritis yang dicover itu dibatasi jumlahnya. Selain itu, manfaat lainnya adalah, perusahaan mengcover hingga 175% jika nasabah melakukan klaim, namun jika nasabah sehat-sehat saja, maka uang nasabah akan dikembalikan 100%. Hal ini sangat luar biasa, selain nasabah diuntungkan, perusahaan juga memberikan bonus-bonus pada nasabah yang closing malam ini juga, diantaranya adalah samsung tab untuk nasabah yang nabung dengan nominal Rp. 25.000.000,00/tahun, TV LED 42” untuk nominal tabungan Rp. 50.000.000,00 / tahun, Iphone 8 untuk nominal tabungan Rp. 100.000.000,00 / tahun, Iphone X / PCX 150 untuk nominal Rp. 150.000.000,00, logam mulia 75 gram untuk nominal tabungan Rp. 500.000.000,00 / tahun, dan terakhir adalah mobil Honda Brio untuk nominal 1 Milyar / tahun.

Selain hadiah-hadiah yang fantastis, selama acara berlangsung, aku juga mendapat pengetahuan baru yaitu tentang bahaya susu sapi yang dikonsumsi secara rutin, karena ternyata tulang sebenarnya tidak bisa menyerap kandungan yang terdapat dalam susu sapi, sehingga untuk bisa menyerapnya, maka tulang harus mengeluarkan kalsium dan jika hal ini terjadi secara terus menerus, maka kita akan menderita osteoporosis. Para pembicara juga berulang-ulang menjelaskan tentang manfaat luar biasa dari susu kedelai dibandingkan susu sapi, selain itu konsumsi tahu dan tempe juga lebih baik dibanding menkonsumsi makanan yang banyak mengandung protein hewani secara berlebihan.

Pada malam itu aku mengundang salah satu anak muda yang sudah sukses sebagai entrepreneur. Dalam usianya yang masih 25 tahun, dia sudah memiliki Cafe Braga Punya Cerita dan perusahaan kosmetik dengan jumlah karyawan 400 orang. Namun, meskipun dia sudah sukses, dia belum cocok dengan produk yang baru saja launching tadi malam, tapi dia justru tertarik dengan produk kesehatan untuk karyawan-karyawannya.

Di akhir acara, jumlah peserta yang closing sungguh mengejutkan, karena jumlahnya lumayan banyak, meskipun peserta yang closing rata-rata adalah orang chinese yang kebanyakan adalah pengusaha-pengusaha besar.

Malam ini sungguh berkesan untukku, karena jaringan pertemananku semakin luas. Aku juga bisa mengenal orang dari berbagai kelas. Aku jadi aktif juga masuk dan bersosialisasi dengan grup yang isinya para pengusaha, politikus atau pelaku UMKM, dan itu ternyata sangat menyenangkan dan banyak membuka peluang baru, wawasan dan saudara baru.

Dan bulan Juli ini memang sangat padat, ditambah dengan orang manajeman di kantor yang memonitor aktivitas jam per jam membuat aku tidak bisa berleha-leha atau baper-baperan seperti dulu, hehehehe. Mungkin itu saja pengalamanku tadi malam, ditambah penampilanku yang feminim dan bermakeup tidak seperti biasanya (meskipun masih memakai sepatu docmart bukan heels), namun aku lakukan karena tuntutan pekerjaan, meskipun aku belum bisa memakai makeup, dan orang lain yang melakukannya untukku, tapi ya sudah, semua demi profesionalitas saja, karena aslinya aku tidak nyaman tampil feminim begitu, hehehe.

With Lula Kamal


Tamuku yang memakai baju putih dan baju cokelat. 

Dengan sesama Agency Manager dari Limbangan







Sunday, July 15, 2018

JULI 2018



   
Bulan Juli ini cukup sibuk untukku berkutat pada masalah pekerjaan, sehingga aku tidak sempat mengurus hal-hal kecil yang semestinya menjadi prioritas, seperti memberikan kado ulang tahun untuk orang lain yang spesial. Pada awal bulan Juli pasca libur lebaran, aku harus mulai mengejar target produksi, sehingga aku melakukan aktivitas di lapangan dengan cukup padat, berangkat pagi dan pulang malam. Lalu tanggal 8-9 Juli, aku membantu sepupu yang mau nikah dan tadinya aku dipaksa jadi pagar ayu, namun beruntung hal itu tidak jadi, karena aku kurang suka berada di keramaian dan diam berjam-jam dengan memakai makeup, sedangkan aku masih harus mengejar target produksi.

Tanggal 10-13, aku harus mengikuti acara “Fundamental Training Leader”, yaitu sebuah training yang dikhususkan untuk para leader, mulai dari Agency Manager, Senior Agency Manager dan Agency Director. Acara ini diadakan di Yello Hotel yang terletak di dalam gedung Paskal Hyper Square. Para peserta yang berasal dari luar kota atau yang berasal dari Bandung Timur diberikan penginapan gratis oleh kantor di hotel ini. Yello hotel merupakan salah satu hotel yang baru saja dibangun dan merupakan saudaranya POP Hotel (maksudnya merupakan hotel-hotel yang dimiliki oleh sebuah perusahaan yang sama).
Aku sangat suka desain dari POP dan Yello Hotel. Meski terbilang hotel yang ekonomis (kisaran 300-500 ribu/malam), namun warna khas dan desain dari hotel tersebut sangat segar, minimalis dan modern. Jika POP Hotel identik dengan warna hijau dan kamar mandi mini (berbentuk kapsul berdiri), lain halnya dengan Yello Hotel yang identik dengan warna kuning, namun kamar mandi lebih besar dibandingkan POP Hotel. Salah satu yang menarik dari Yello Hotel adalah sandal kamarnya yang unik, seperti sepatu bustong tapi bertali dan berwarna kuning. Hal ini terlihat unik, mengingat hampir disemua hotel, termasuk hotel bintang lima, sandalnya ya begitu-begitu saja dan tidak ada terobosan baru.
Entah kenapa diantara semua hotel yang pernah aku singgahi, termasuk hotel bintang lima sekalipun, aku lebih suka hotel yang identik dengan warna cerah, fresh dan unik. Fasilitas dihotel bintang lima yang mewah, banyak fasilitas yang ditawarkan dan banyak pelayanan ekstra memang sangat menyenangkan, namun suasananya sangat membosankan. Dengan cat berwana krem dan gorden cokelat, semua tampak monoton.

    Oke, kembali lagi pada training yang aku ikuti selama empat hari, tiga malam itu, acaranya benar-benar full, mulai jam 09.00-22.00 dan hampir setiap malam aku tidak bisa tidur cepat karena harus mengerjakan tugas. Para peserta training ini sungguh luar biasa dan kebanyakan adalah senior-seniorku yang telah melanglang buana kemana-mana dengan penghasilan fantasitis. Aku yang masih berusia di bawah tiga puluh tahun dengan stasus Agency Manager baru tiga bulan sungguh merasa insecure berada di tengah-tengah mereka. Namun, aku bisa banyak belajar dari pengalaman para senior terutama belajar dari mereka yang bisa bangkit saat berada dalam titik terendah hidup.

    Dalam pelatihan ini, para leader diajarkan untuk memanage para agennya, aktivitas hariannya dan banyak hal tentang sistem, sehingga pekerjaan seorang leader bisa terencana dengan baik. Pada hari ketiga, para peserta diberikan waktu selama 45 menit untuk melakukan kanvasing (menemui orang-orang yang tidak dikenal) dan mencatat nama serta nomor telpon sebanyak-banyaknya. Dalam sesi ini, aku menang karena mengumpulkan 100 nama. Nama-nama tersebut berasal dari pegawai hotel, tamu hotel, pengunjung mall, dll dan setiap orang yang aku temui, aku minta nomor-nomor yang ada di Hpnya. Alhasil terkumpullah 100 nama dan itu sangat menyenangkan, karena aku belajar tentang keberanian, mengatasi rasa malu, dan juga belajar menggunakan strategi yang kreatif untuk mencapai target.

    Mulanya aku berencana membeli kado saat break acara pelatihan, namun acaranya sangat padat. Hingga pelatihan berakhir pada hari jumat, dan aku tiba di rumah pada malam hari, aku tidak sempat lagi menulis apa-apa untuk ucapan ulang tahun atau sekedar menulis pengalaman di blog. Aku sangat lelah dan langsung beristirahat.

    Hari sabtunya, aku masih sangat lelah dan masih harus mengurusi masalah bisinis baju, sepatu dan rencana waralaba kuliner, di samping target di dua perusahaan tempatku bekerja (Perusaan B/kerugian dan Z/life). Hari sabtu juga merupakan ulang tahunku dan biasanya aku sangat suka Triple Cake Harvest, namun karena tidak sempat lagi ke sana karena weekend macet dan delivery tidak bisa sampai ke sini, akhirnya kembali pada kue lama kesukaanku di Holland, yaitu Chocolate Cherry Cake.
Bu Heni pernah bertanya kepadaku saat aku akan membeli kue di Harvest,
“Kenapa Indri yang beli? Seharusnya mama atau papa yang beliin buat Indri?”
Aku lalu teringat ucapan seorang pembicara saat acara MDRT, yaitu Imakulata yang mengatakan bahwa kita tidak perlu merengek untuk meminta kebahagiaan kepada orang lain, tapi selama kita bisa membahagiakan diri sendiri, ya lakukanlah. Itu yang sering dilakukan Imakulata dengan membeli bunga untuk diri sendiri.

    Perkataan Bu Heni memang bisa aku jawab, namun sepanjang jalan pulang hingga hari sabtunya, aku memikirkan kata-kata itu. Aku jadi merasa kasihan dengan diriku sendiri. Saat susah atau senang, jarang sekali orang menunjukkan kepedulian secara nyata kepadaku. Jika mengingat saat ada sahabat sakit atau di rawat, aku selalu ingin jadi orang pertama yang nengok dan memberikan kepedulian. Saat ada yang ulang tahun, aku selalu ingin memberikan kejutan untuk mereka, apapun bentuknya, aku ingin mereka tahu bahwa aku peduli. Tapi, saat aku di posisi itu, saat aku tabrakan, saat aku tipes, dll tak ada satupun teman atau sahabat, atau pacar nongol untuk menunjukkan kepeduliannya. Di saat seperti itu, hanya keluarga inti dan keluarga jauh yang masih peduli untuk datang.
Dan di saat ulang tahun lebih parah lagi, tapi ya sudahlah sebenarnya aku tidak pernah mempermasalahkan itu, karena aku tidak ingin balasan apapun atas apapun yang aku lakukan, tapi karena ucapan Bu Heni lah, aku jadi memikirkan tentang diriku sendiri, “Ko kasihan sekali ya aku!”

Malam harinya, aku bermimpi dengan seseorang dan aku tahu bahwa dia berulang tahun pada hari ini (15 Juli 2018), dan lagi-lagi, hari ini aku membantu ibu membuat tumpeng, membagikannya dan menemani teman juga yang datang ke rumah untuk berobat herbal ke tempat praktek yang berada tidak jauh dari sini. Hari ini juga Pa X nelpon berkali-kali untuk memastikan usaha kuliner yang harus launching pada hari rabu. Dan karena hal ini, aku tidak mengucapkan sepatah katapun ucapan selamat ulang tahun padanya (selain karena whatsapp diblockir). Aku berencana memberikan hadiah besok setelah selesai meeting dan prospek, semoga masih sempat atau memang harus disempat-sempatkan. Tapi, pertanyaanya untuk apa? Simple, untuk kebahagiaan diri sendiri, cukup.

Dan dari sekian banyak kesibukan, target, kesedihan dan puncak insecurities ku di bulan Juli, ada kejutan indah dari-Nya, tepat setelah aku selesai berdoa dengan airmata berurai, tiba-tiba Pa X menelpon dan mengatakan padaku bahwa rekannya yang punya pengaruh setuju untuk membuat kartu asuransi kecelakaan diri yang berbentuk seperti kartu ATM dengan gambar partai atau ormas atau organisasi tertentu dengan manfaat kartu selama satu tahun, adanya penggantian biaya pengobatan karena kecelakaan, adanya santunan meninggal dunia karena kecelakaan dan meninggal dunia biasa dengan biaya hanya 10.000 per kartu. Targetku  adalah menjual minimal 10.000 kartu, karena komisi kartu ini adalah sebesar 25% dan itu adalah target sementaraku pada akhir bulan Juli di Perusahaan B/Kerugian), selain target dari kartu-kartu pelajar plus asuransi di sekolah-sekolah yang tinggal panen saja, karena aku sudah memasukkan propoasal jauh-jauh hari. Sedangkan untuk di Perusahaan Z/Life, targetku jauh lebih besar dan waktu untuk mencapai target sudah tinggal menghitung hari. Ada kontes bulan Juli yang sedang aku incar, yaitu Honda Brio atau uang tunai Rp. 125.000.000,00 dan ini hanyalah kontes bulanan dan bukan komisi utama serta bukan kontes internasional trip utama ke Rovaniemi atau trip kedua ke Turki. Aku sedang mengincar kontes bulan ini, bukan mobilnya, tapi uang tunainya, cukup. Dan untuk itu, aku harus kerja cerdas, tekun dan mati-matian untuk mendapatkannya, serta aku harus mengesampingkan dulu hal-hal yang berkaitan dengan perasaan yang ujungnya menjadikan suasana hati mellow dan tidak bersemangat untuk bergerak.

Menjadi seorang leader alangkah lebih baik jikalau isi dompetnya, timnya dan semuanya memang sudah menunjukkan bahwa dia seorang leader. Dan Bulan Juli ini adalah anak tangga pertama atau pondasi bagiku untuk memantapkan diri sebagai seorang leader. Menemui orang minimal enam orang per hari dan closing (mendapatkan nasabah) sehari satu sudah aku lakukan, namun aku msih perlu meningkatkan case size agar bisa cepat mencapai target besarku di akhir Desember, yaitu uang tunai Rp. 200.000.000, 00 plus internasional trip, aamiin.

    “Penjual bunga itu telah pergi. Puisi-puisinya ia jadikan pelipur lara yang ia baca sendiri tatkala kesepian. Tak ada lagi kelopak-kelopak mawar yang esok lusa layu tatkala sudah dipetik dari pohonnya. Tak ada lagi pecundang yang menghitung rintik-rintik hujan yang jatuh di balik jendela dari orang yang bersikukuh diam di dalam apartemen tua untuk membeku di dalamnya.
Tak ada lagi! Tak ada siapapun di sana! Selamat jalan, sampai jumpa di masa depan!”

Hello-Adelle
Hello, it's me
Halo, ini aku
I was wondering if after all these years
Aku bertanya-tanya apakah setelah bertahun lamanya
You'd like to meet, to go over everything
Kau mau bertemu, menimbang segalanya
They say that time's supposed to heal ya
Orang bilang seharusnya waktu tlah menyembuhkanmu
But I ain't done much healing
Tapi aku tak banyak sembuh
Hello, can you hear me?
Halo, bisakah kau mendengarku?
I'm in California dreaming about who we used to be
Aku di Kalifornia sedang memimpikan kita yang dulu
When we were younger and free
Saat kita belia dan bebas
I've forgotten how it felt before the world fell at our feet
Aku tlah lupa seperti apa rasanya sebelum dunia bersujud di bawah kaki kita
There's such a difference between us
Begitu banyak perbedaan di antara kita
And a million miles
Dan jarak yang membentang

II
Hello from the other side
Halo dari sisi lain
I must've called a thousand times
Aku pasti tlah menelpon ribuan kali
To tell you I'm sorry, for everything that I've done
Tuk meminta maaf, atas semua yang tlah kulakukan
But when I call you never seem to be home
Tapi saat kutelpon, sepertinya kau tak pernah di rumah
Hello from the outside
Halo dari luar sini
At least I can say that I've tried
Setidaknya aku bisa mengatakan bahwa aku tlah berusaha
To tell you I'm sorry, for breaking your heart
Meminta maaf padamu, karena tlah menghancurkan hatimu
But it don't matter, it clearly doesn't tear you apart anymore
Tapi tak masalah, jelas-jelas semua itu tak lagi menyiksamu

Hello, how are you?
Halo, bagaimana kabarmu?
It's so typical of me to talk about myself, I'm sorry
Aku masih seperti dulu, suka bicara tentang diriku sendiri, maaf
I hope that you're well
Kuharap kau baik-baik saja
Did you ever make it out of that town
Pernahkah kau keluar kota itu
Where nothing ever happened?
Dimana tak ada apa-apa?
It's no secret
Bukanlah rahasia
That the both of us are running out of time
Bahwa kita berdua kehabisan waktu

So
Maka

Back to II

Ooooohh, anymore
Ooooohh, lagi
Ooooohh, anymore
Ooooohh, lagi
Ooooohh, anymore
Ooooohh, lagi
Anymore
Lagi