Akhir tahun lalu, aku sempat mendua dari perusahaan kuning dengan masuk ke anak perusahaan BTN, hal ini aku lakukan karena dua perusahaan ini bergerak dibidang yang sangat berbeda, sehingga produknya bisa saling melengkapi saat aku menawarkan kepada calon nasabah, namun setelah resmi berhenti dari perusahaan kuning, aku ditawari untuk masuk ke Perusahaan asal Swiss dengan posisi cukup menggiurkan, yaitu Agency Manager.
Hanya untuk diketahui, urutan posisi jabatan pada tahun kemarin adalah:
- Agency Director (AD) = Posisi tertinggi
- Area Sales Manager (ASM)
- Direct Manager (DM)
- Unit Manager (UM)
- Executive Financial Consultant (EFC)
Sedangkan urutan posisi jabatan pada tahun ini diubah, menjadi:
- AD = Posisi tertinggi
- SAM
- AM (Agency Manager)
- EFC
Posisi AM saat ini serupa posisi DM pada tahun lalu.
Mulanya, tawaran dari perusahaan ini aku abaikan, karena aku ditawari lagi untuk masuk pada perusahaan lama, namun karena jenjang karier di Perusahaan Swiss lebih baik dibanding perusahaan lama, akhirnya aku memutuskan untuk menerima tawaran menjadi Agency Manager.
Menjadi AM disaat teman-temanku diperusahaan lama masih dalam posisi EFC, bahkan leaderku ada yang downgrade, membuat aku cukup bangga, namun ternyata tantangan saat menjadi AM tidaklah mudah.
Pertama, menjadi seorang leader sudah harus memiliki sebuah tim yang benar-benar produktif. Walaupun aku sudah merekrut seorang Kepala Sekolah dan Direktur disebuah perusahaan, namun jarak cukup menyulitkan untuk melakukan meeting dan evaluasi setiap saat. Timku berada di Jakarta, sedangkan meeting seringkali diadakan di Bandung. Aku merekrut juga orang-orang muda yang berdomisili di Bandung, hanya saja komiten mereka tidak sekuat orang berumur yang sudah memiliki kewajiban sebagai kepala keluarga.
Kedua, target produksi juga lebih besar dibanding saat menjadi EFC. Hal ini bukan sesuatu yang berat jika setiap hari memang benar-benar beraktivitas menemui orang minimal lima. Peluang mereka masuk akan lebih besar jika kita menemui orang sebanyak-banyaknya dan melakukan followup.
Ketiga, tidak sedikit orang yang benci saat aku langsung berada diposisi AM, salah satunya adalah teman lama di Perusahaan Kuning dan ditambah beberapa orang di Perusahaan sekarang.
Seperti cerita AD ku tadi saat kita meeting, ada EFC yang protes dengan aku yang sekarang berada di posisi AM, namun produksiku tidak lebih baik dari dia. Mendengar hal itu, aku tidak marah sama sekali, aku justru berterimakasih karena itu sudah menjadi pecut untukku agar bisa berlari lebih kencang. Perlu diakui, aku memang belum benar-benar fokus, ditambah kemarin-kemarin, orang yang aku prospek memang sedang mempersiapkan diri untuk lebaran, sehingga tidak berpikir untuk menabung, karena banyak pengeluaran.
Setelah meeting tadi siang, aku seperti terbangun kembali. Aku harus bisa berprestasi seperti diperusahaan lama. Aku harus fokus. Memang sejak masuk pada bulan April 2018 di sini, aku belum bisa optimal, karena merangkap pekerjaan, entah itu di anak perusahaan BTN, juga sebagai wirausaha. Tapi setelah mendapatkan tamparan cukup keras, aku mulai sadar, bahwa aku punya tanggung jawab yang besar, terutama terhadap AD yang merekomendasikan aku untuk langsung berada di Posisi AM.
Alhasil, setelah pulang meeting dan mampir ke Bank BCA sebentar, sorenya aku beraktivitas kembali. Aku menemui lima orang dari jam 16.00-18.15. Dua orang sudah memutuskan jadi nasabah (yang satu bayar hari kamis), dua lagi jadi agen, dan satu orang menolak.
“Hasil tidak akan mengkhianati ikhtiar”
Aku setuju dengan kalimat ini. Seringkali kita mengeluh karena hasil tidak sesuai yang diharapkan, padahal ikhtiar kita belum maksimal. Dan satu hal yang harus diingat adalah kita tidak boleh membenci orang yang mengkritik kita atau iri dengan kita, karena kadang-kadang kita bisa berprestasi setelah menerima kritikan pedas dari mereka.
Terimakasih untuk hari ini, terutama untuk AD ku yang selalu yakin bahwa aku bisa menjadi yang terbaik meskipun dalam hal usia, aku jauh lebih muda dibanding rekan-rekanku AM dan beberapa EFC senior. Terimakasih juga sudah mendaftarkanku training khusus leader, pada tanggal 10-13 Juli 2018 di salah satu hotel di Bandung, karena tidak semua orang diberikan kesempatan untuk ini dan training ini free, meskipun ada denda Rp. 1.000.000 untuk yang batal hadir, namun hal ini wajar, karena perusahaan pasti sudah booking beberapa kamar untuk peserta, ballroom untuk acara, dll.
Terimakasih juga pada-Nya yang selalu memberi kesempatan luar biasa dalam hidup ini dan juga pada Orangtua yang selalu ada dalam suka dan duka. Tahun ini insyaallah aku dapat trip ke Turki dan juga komisi sesuai dengan yang diharapkan. Aamiin.
“Ketika kau menginginkan sesuatu, Alam Semesta akan bersatu untuk membantumu menggapainya” - The Alchemist
No comments:
Post a Comment