Saturday, June 29, 2019

Angin yang Tersampaikan

*postingan blog ini tgl 16 Juni yang kemarin dihapus karena kesal.

Keluargamu adalah jembatan, tempat dimana resah mampu disampaikan melalui jarak. Melalui tempat dan orang-orang terdekatmu, aku bisa menghadirkanmu lebih cepat. Menghalau rindu yang seringkali berarak melambat.
Aku adalah doa-doamu dimasalalu. Harapan yang seringkali kau gaungkan diantara deburan ombak dan matahari terbenam.
Mungkin kau sedikit lupa dengan apa yang pernah kau panjatkan kepada Tuhan. Tentang kegilaan rasa yang membuat tulisan-tulisanmu bersenandung dalam gendang telingaku.

    Di kamar itu, ada cuplikan-cuplikan kenangan yang bisa aku putar berkali-kali. Dinding dan angin yang masuk melalui celah jendela adalah saksi. Aku menghadirkanmu sekali lagi, melalui kehadiranku yang tak bisa tergenapi.

    Ibumu, keluargamu dan tempat kelahiran, dimana udara hilir mudik menghidupkanmu yang kini bisa berdiri tegak menopang beban kehidupan, membuatku mampu merabamu lebih dekat meski kau tak ada tepat di depan kelopak mata.

Kau tahu? Entah sejak kapan rasa berbalik arah kepadaku. Mengeja satu persatu waktu yang tak pernah aku cicipi dimasalalu. Ingatkah kau tatkala air laut hampir saja menenggelamkanmu tatkala kau bersaing dengan temanmu? Namun kemudian kau memenangkannya karena kau membayangkan aku?
Ah lucu memang jika aku membayangkan kegilaanmu dulu. Namun, kini kau berangsur-angsur menjadi dewasa dan haluan rasamu sudah pindah dari satu dermaga ke dermaga lain. Orang-orang baru sudah cukup mewarnai buku harianmu dengan kisah-kisah yang mampu membuatmu melangkah tanpa harus membaca ulang apa yang pernah kau tuliskan.

    Diantara rak buku itu, mungkin pernah terselip surat-surat bertinta biru. Sajak-sajak yang menyampaikan diri sebagai simpul dari rindu. Ada pula wajah kecilmu tersenyum begitu lugu dan potret-potret lain tanda jejak kehidupanmu dimasalalu. Aku lalu merasakanmu begitu dekat, sedekat aku meraba sprai dikasurmu. Sedekat aku memandang wajah ceria ibu dan nenekmu. Sedekat aku mampu memeluk angin yang masuk melalui pori-pori kulitku.

    Ada apa denganku? Kadang-kadang aku tidak mengerti tentang apa yang merangsak masuk dalam hati. Mengendap-endap dan terasa begitu menyayat.
Andai saja mereka tahu, andai saja aku bisa memeluk mereka erat di depan penghulu, atau barangkali aku bisa mengatakan dengan terus terang seperti dia yang dulu hendak meminangmu, mungkin dunia akan terasa lebih berbeda. Namun, aku tak bisa dan tak akan pernah bisa.
Diam adalah bahasa dimana aku bisa menyampaikan rahasia tanpa kalimat terbuka. Biar saja aku menyayangi mereka seperti ketidakmungkinan yang tak pernah bisa aku gapai. Ini adalah caraku mengobati keinginan untuk memiliki apa yang tak akan bisa dimiliki.

Ombak, karang dan kenangan..
Bahasa dan kata-kata
Surat-surat dan suara tersampaikan melalui batin ibu!
Mungkin dia tahu..
Mungkin dia tak tahu..

Aku adalah cincin yang tengah meminang kenangan,
Meminta restu pada resah dan heningnya cemburu..
Mengirim hantaran pada sudut-sudut kamar bisu

Tak akan pernah ada saksi dan penghulu
Tak mungkin ada ucapan-ucapan selamat
Tak ada berkat..
Dan mereka akan lupa begitu saja
Tentang aku yang kerap datang mengetuk pintu..

Mereka menyebutku “Tamu”
Selamanya begitu..
   


   

Monday, June 10, 2019

Kisah Percintaan Serial "Oh My General" VS "Painter of The Wind"



    Beberapa hari ini aku baru selesai menonton serial mandarin “Oh My General” dan ada beberapa kisah yang begitu menyentuh sekali dalam hati, yaitu kisah percintaan antara sang jendral Ye Zhou dan Liu Xiyin, meskipun mereka tidak benar-benar menjalin hubungan, karena Ye Zhou menikah dengan Pangeran Nanping, Zhou Yijin. Kisah cinta segitiga ini dan penyamaran gendernya mengingatkanku pada drama Korea “Painter of The Wind” yang dulu begitu membuatku tergila-gila, sampai aku membeli kaset dvdnya dan menontonnya berulang-ulang, dan pacarku dulu juga berencana membelikan novel aslinya yang masih dalam tulisan hangeul (nitip kepada temannya yang sedang bekerja di Korea), tapi aku menolaknya karena percuma aku tidak akan bisa mengerti tulisan hangeul.
Dan kini ada serial mandarin yang kemudian memikat hatiku lagi, meskipun kemudian aku sangat kecewa dengan beberapa alur ceritanya hingga ending yang tidak berpihak pada pasangan Ye Zhou dan Liu Xiyin.

    Ye Zhou adalah Jenderal yang sangat kuat dan seringkali menang berkali-kali pada peperangan dijaman Dinasti Song. Ia adalah seorang wanita yang menyamar menjadi pria. Dan pada kemenangan besarnya, ia kemudian mengakui identitas gendernya kepada raja. Mulanya raja marah dan merasa ditipu, hingga Ye Zhou seharusnya dihukum mati, namun berkat jasa-jasanya dan keluarganya yang juga militer, maka raja memaafkan dan memberikannya hadiah berupa perjodohan sang jendral dengan keponakan raja, pangeran Nanping, yaitu Zhou Yujin. Menariknya di sini, Yujin adalah seorang pangeran yang lemah gemulai, terlihat cantik daripada tampan dan senang menari. Raja dan Ibu Suri berpikir pasangan ini kelak akan sangat melengkapi, karena karakter Ye Zhou yang kuat (meskipun dia seorang perempuan) dan Yujin yang lembut. Pasangan ini mirip sekali Aming dan Evelin dulu atau Lucinta Luna dan pacar perempuan tomboynya sekarang. Mereka seakan salah body,hehehe.

    Yang membuatku kecewa, pertama adalah karakter sang jendral di sini, Ye Zhou tampak penurut, hal ini bisa dilihat ketika dia menerima keputusan raja yang hendak menikahkan dia dengan sang pangeran, padahal sepertinya itu tidak sesuai dengan hatinya. Ye Zhou bahkan bersusah payah untuk bisa memakai pakaian perempuan, dll, berbeda dengan karakter Shin Yun Bok dalam Painter of The Wind yang tidak bisa diatur oleh siapapun dan bahkan keadaanpun tidak bisa mengubah haluan hatinya (nanti akan saya jelaskan ada kisah gentle Yun Bok dalam memperjuangkan suara hatinya, meskipun harus menentang semua orang, termasuk raja).

    Ye Zhou kemudian menikah dengan sang pangeran, padahal sang pangeran pada awalnya juga tidak mau menikah dengan sang jendral yang mirip dengan laki-laki dan semua orang juga masih menganggap Ye Zhou laki-laki, tapi lambat laun dia bisa mencintai sang jendral.
Kabar pernikahan ini kemudian sampai pada telinga paman Ye Zhou, jendral Liu dan sepupu sang jendral, yaitu Liu Xiyin. Mereka kaget bukan main, karena yang mereka ketahui, Ye Zhou adalah laki-laki sejak kecil dan bahkan dia akan menikah dengan sepupunya Liu Xiyin. Liu Xiyin benar-benar terpukul dan patah hati, meskipun perasaannya pada Ye Zhou masih tetap sama seperti dulu.
Liu Xiyin kemudian berkunjung ke kediaman Ye Zhou dan Yujin. Dia tinggal di sana karena sangat merindukan Ye Zhou. Mulanya Ye Zhou sangat senang dan memberikan perhatian lebih kepada sepupunya saat ia tinggal dikediamannya. Dan yang menariknya, hampir semua laki-laki menyukai Liu Xiyin karena cantik, pintar dan lemah lembut, bukan hanya laki-laki, bahkan ibu sang pangeran juga sangat menyukainya.

    Masalah kemudian muncul, ketika suami sang jendral cemburu kepada Liu Xiyin (aneh ya, suami cemburu kepada perempuan, Yujin seakan tahu bahwa Liu Xiyin masih memendam cinta yang dalam kepada Ye Zhou, meskipun dia sudah mengetahui bahwa Ye Zhou adalah seorang perempuan). Bukan hanya Yujin yang cemburu, namun Liu Xiyin juga cemburu karena Yujin seakan merebut sepupunya dan membuat rencana masa depannya berantakan. Liu Xiyin bahkan nyaris mencelakai sang pangeran beberapa kali karena kecemburuannya itu.
Sang jenderal sempat dilema ketika menghadapi situasi ini. Dengan berat hati kemudian dia lebih memilih suaminya dan menyuruh sepupunya pulang, padahal sepertinya hatinya berkata lain.
Di sini saya benar-benar kecewa dengan Ye Zhou, karena dia sudah menipu (menyamar menjadi laki-laki sejak kecil, memberi harapan kepada Liu Xiyin hingga membuatnya jatuh cinta, meninggalkannya dan menikah dengan orang lain tanpa memberi kabar, dan kini bahkan mencampakkannya).
Hati aku seperti ikut teriris layaknya perasaan Liu Xiyin. Aneh memang, Ye Zhou tidak bisa menempatkan dirinya sebagai Liu Xiyin dan meraba perasaan sepupunya yang terluka.

    Seperti kisah Jeong Hyang dalam Painter of The Wind yang masih mencintai Yun Bok meskipun dia telah dijual kepada seorang pengusaha kaya, maka Liu Xiyin juga begitu. Meskipun kemudian dia telah menikah dengan seorang pangeran pada kerajaan lain (bukan dinasti song, aku lupa nama kerajaan yang ini), tapi cintanya masih untuk sang jendral.
Liu Xiyin berakhir tragis karena meminum racun, saat melihat suaminya dibunuh (di sini dia terlihat sangat depresi karena semua orang yang dia cintai meninggalkan dia), namun pada detik-detik terakhir kematiannya, datanglah Ye Zhou yang sedang menyerang kerajaan ini dan Liu Xiyin meninggal dipangkuan Ye Zhou, setelah sebelumnya dia mengungkapkan kembali perasaannya yang mendalam kepada Ye Zhou. Dari adegan ini, terlihat jelas bahwa Ye Zhou juga memiliki perasaan yang sama. Dia bahkan terlihat terpukul karena kehilangan sepupunya. Ini adegan yang benar-benar menyayat hati dan terasa sangat tidak adil bagi Liu Xiyin.
https://www.youtube.com/watch?
v=UWzI9o3GpzQ

https://youtu.be/Z9YVMitD-dE (cuplikan saat Liu Xiyin meninggal dipangkuan Ye Zhou)

*Beberapa adegan mengharukan antara Ye Zhou dan Liu Xiyin bisa dilihat di video yg diposting di Instagram @hyeon_yeon

    Berbeda denga “Oh My General”, serial “Painter of The Wind”, memperlihatkan sosok Shin Yun Bok yang tampak gentle (bukan fisik seperti Ye Zhou dalam “Oh My General”, tapi dia bisa mengikuti apa kata hatinya dan menentang siapapun yang bersebrangan dengan perasaannya).

    Shin Yun Bok adalah seorang pelukis terkenal yang menyamar menjadi laki-laki sejak kecil (setelah ayahnya dibunuh, dia diangkat oleh seorang pelukis dan guru di Dohwaseo (departemen seni pada kerajaan)).
Dalam perjalannya, dia dicintai oleh tiga orang, yaitu kakaknya (kakak tidak sedarah), Jeong Hyang (wanita pemain alat musik gayagem yang paling cantik pada masa itu), dan guru laki-lakinya, Kim Hong Do yang merasa aneh dengan dirinya sendiri karena mencintai murid laki-lakinya (dia tidak mengetahui bahwa Yun Bok adalah perempuan).
Namun dari ketiga orang ini, Yun Bok dilema tentang perasaannya kepada Jeong Hyang atau sang guru. Tapi, keraguan ini terjawab ketika Yun Bok menentang semua orang untuk mendatangi Jeong Hyang yang saat itu akan dijual, padahal saat itu Yun Bok seharusnya mengerjakan tugas dari raja bersama Kim Hong Do. Yun Bok bahkan kepergok oleh beberapa gurunya dan ayahnya ketika berada di kamar Jeong Hyang, namun Yun Bok tetap menentang mereka dan berusaha menghabiskan hari terakhir bersama Jeong Hyang.

    Aku terkesan dengan sikap Yun Bok, bahkan ketika kemudian dia memberitahukan identitasnya kepada Jeong Hyang dan Jeong Hyang sangat kecewa, namun perasaannya masih sama, mencintai Yun Bok, Yun Bok tidak serta merta menjalin kisah asmara dengan gurunya, padahal saat itu gurunya juga mengetahui identitas alinya dan bahkan dia menyatakan perasaannya, namun Yun Bok tetap mempertahankan perasaannya kepada Jeong Hyang, tapi dia tampak bersikap adil, dengan tidak menjalin hubungan dengan keduanya.
Jeong Hyang diselamatkan oleh Yun Bok saat suasana keamanan sudah genting dan mereka berpisah di dermaga, dan setelah itu dia juga pergi meninggalkan sang guru yang berharap Yun Bok bisa hidup bersama dengan dirinya.
https://www.youtube.com/watch?v=ryCCcZoHr_A

https://youtu.be/WQTcMyBbb8M

    Dari sini jelas sekali perbedaan karakter Ye Zhou (Oh My General) dengan Yun Bok (Painter of The Wind). Sutradara seakan mengerti tentang perasaan penonton dan berusaha membuat ceritanya menguras airmata, karena kemudian pasangan yang difavoritkan penonton dalam kedua serial itu justru adalah pasangan yang berakhir sad ending, seperti Ye Zhou dengan Liu Xiyin (pasangan sesama perempuan), bukan Ye Zhou dengan Pangeran Yu Zin. Bahkan pasangan sesama perempuan dalam Painter of The Wind, Yun Bok (Moon Geun Young) dan Jeong Hyang (Moon Chae Won) mendapatkan penghargaan sebagai pasangan terbaik dan ini merupakan kejadian langka saat itu di Korea Selatan, yaitu pasangan sesama perempuan memenangkan penghargaan dalam kategori ini.

    Cinta memang rumit dan terkadang alurnya susah untuk ditebak. Jika cinta sudah bersemayam, kadang-kadang dia tidak bisa membedakan tentang jenis kelamin mana yang seharusnya dia cintai dan tidak boleh dia cintai. Tapi, serumit apapun pertanyaan tentang hidup, kelak kita bisa mendapat jawabannya dari hati kita sendiri dan dari kehidupan yang akan senantiasa menuntun kita untuk menemukan jawaban yang kita mau, cepat atau lambat kita akan tahu, dan kita bisa memilih dengan tepat, apa yang seharusnya kita tuju.


One Direction –They Don’t Know About Us

People say we shouldn’t be together
Orang bilang kita seharusnya tidak bersama
We’re too young to know about forever
Kita terlalu muda untuk tahu tentang selamanya
But I say they don’t know what they’re talk-talk-talkin’ about (talk-talk-talkin’ about)
Tapi saya mengatakan mereka tidak tahu apa yang mereka bicarakan; talk-talk talk; rsquo; tentang (talk-talk-talk & rsquo; about)

‘Cause this love is only getting stronger
Karena cinta ini hanya semakin kuat
So I don’t wanna wait any longer
Jadi saya tidak ingin menunggu lebih lama lagi
I just wanna tell the world that you’re mine girl
Aku hanya ingin mengatakan pada dunia bahwa kau adalah gadisku
Oh
Oh

They don’t know about the things we do
Mereka tidak mengetahui hal-hal yang kita lakukan
They don’t know about the “I love you”’s
Mereka tidak tahu tentang “I love you” & rsquo; s
But I bet you if they only knew (they don’t know)
Tapi saya yakin Anda jika mereka hanya tahu (mereka tidak tahu)
They would just be jealous of us,
Mereka hanya akan cemburu pada kita,
They don’t know about the up all nights
Mereka tidak tahu tentang semua malam
They don’t know I’ve waited all my life
Mereka tidak tahu aku telah menunggu sepanjang hidupku
Just to find a love that feels this right
Hanya untuk menemukan cinta yang terasa benar ini
Baby they don’t know about, they don’t know about us
Bayi yang mereka tidak tahu, mereka tidak tahu tentang kita

One touch and I was a believer
Satu sentuhan dan saya adalah orang beriman
Every kiss it gets a little sweeter
Setiap ciuman itu menjadi sedikit lebih manis
It’s getting better
Ini semakin membaik
Keeps getting better all the time girl
Terus bertambah baik sepanjang waktu cewek

They don’t know about the things we do
Mereka tidak mengetahui hal-hal yang kita lakukan
They don’t know about the “I love you”’s
Mereka tidak tahu tentang “I love you” & rsquo; s
But I bet you if they only knew (they don’t know)
Tapi saya yakin Anda jika mereka hanya tahu (mereka tidak tahu)
They would just be jealous of us,
Mereka hanya akan cemburu pada kita,
They don’t know about the up all nights
Mereka tidak tahu tentang semua malam
They don’t know I’ve waited all my life
Mereka tidak tahu aku telah menunggu sepanjang hidupku
Just to find a love that feels this right
Hanya untuk menemukan cinta yang terasa benar ini
Baby they don’t know about, they don’t know about us
Bayi yang mereka tidak tahu, mereka tidak tahu tentang kita

They don’t know how special you are
Mereka tidak tahu seberapa istimewanya Anda
They don’t know what you’ve done to my heart
Mereka tidak tahu apa yang telah Anda lakukan terhadap hati saya
They can say anything they want
Mereka bisa mengatakan apapun yang mereka inginkan
‘Cause they don’t know us
Karena mereka tidak tahu kita

They don’t know what we do best
Mereka tidak tahu apa yang terbaik bagi kita
It’s between me and you, our little secret
Itu antara aku dan kau, rahasia kecil kami
But I wanna tell ‘em
Tapi aku ingin memberitahu mereka
I wanna tell the world that you’re mine girl
Saya ingin mengatakan kepada dunia bahwa Anda adalah anak perempuan saya

They don’t know about the things we do
Mereka tidak mengetahui hal-hal yang kita lakukan
They don’t know about the “I love you”’s (I love you)
Mereka tidak tahu tentang “aku mencintaimu” & rsquo; s (aku cinta kamu)
But I bet you if they only knew (if they only knew)
Tapi saya yakin Anda jika mereka hanya tahu (jika mereka hanya tahu)
They would just be jealous of us (they would just be jealous of us),
Mereka hanya akan cemburu pada kita (mereka hanya akan cemburu pada kita),
They don’t know about the up all nights
Mereka tidak tahu tentang semua malam
They don’t know I’ve waited all my life
Mereka tidak tahu aku telah menunggu sepanjang hidupku
Just to find a love that feels this right (feels so right)
Hanya untuk menemukan cinta yang terasa seperti ini (terasa begitu benar)
Baby they don’t know about, they don’t know about us
Bayi yang mereka tidak tahu, mereka tidak tahu tentang kita

They don’t know about the things we do
Mereka tidak mengetahui hal-hal yang kita lakukan
They don’t know about the “I love you”’s
Mereka tidak tahu tentang “I love you” & rsquo; s
But I bet you if they only knew
Tapi saya yakin Anda jika mereka hanya tahu
They would just be jealous of us,
Mereka hanya akan cemburu pada kita,
They don’t know about the up all nights
Mereka tidak tahu tentang semua malam
They don’t know I’ve waited all my life
Mereka tidak tahu aku telah menunggu sepanjang hidupku
Just to find a love that feels this right
Hanya untuk menemukan cinta yang terasa benar ini
Baby they don’t know about, they don’t know about us
Bayi yang mereka tidak tahu, mereka tidak tahu tentang kita

They don’t know about us
Mereka tidak tahu tentang kita
They don’t know about us
Mereka tidak tahu tentang kita
https://www.youtube.com/watch?v=OjuftKz5ebU

Saturday, June 8, 2019

File Ads.Txt


    Semalam aku begadang sampai jam 06.00 dan baru tidur dua jam, bangun pukul 08.00 pagi, ini gara-gara keasyikan nonton serial kolosal mandarin “Oh My General”. Niat hati mereview ketika bangun tidur, eh tiba-tiba ngecek blog, iklan hilang lagi. Kali ini iklan hilang karena seminggu yang lalu sudah ada peringatan dari google adsense, yaitu:

“Penghasilan beresiko - Satu atau lebih dari situs Anda tidak memiliki file ads.txt. Perbaiki ini sekarang untuk menghindari dampak parah pada pendapatan Anda.”

Setelah membaca peringatan tersebut, aku kemudian mengikuti langkah-langkah untuk membuat file ads.txt, seperti di bawah ini:



Langkah pertama dan kedua sudah aku lakukan, tinggal langkah ketiga yang masih membuatku bingung.

Host your ads.txt file at the root level of your domain. (for example, https://example.com/ads.txt).
Root levels are one level down from what’s listed in the public suffix list. For example, "google.co.uk" is a root domain of "co.uk" but "maps.google.co.uk" is not. See the IAB ads.txt specificatio

(Inangi file ads.txt Anda di tingkat root domain Anda. (misalnya, https://example.com/ads.txt ).
Level root turun satu tingkat dari apa yang terdaftar dalam daftar akhiran publik . Misalnya, "google.co.uk" adalah domain root dari "co.uk" tetapi "maps.google.co.uk" tidak. Lihat spesifikasi IAB ads.txt))

Aku sudah mencoba langkah-langkah seperti yang aku disarankan blog ini https://www.lenteraseo.com/cara-mengatasi-masalah-ads-txt-untuk-google-adsense, namun masih saja belum berhasil.

Dari sini aku sedikit kesal karena belum bisa memecahkan masalah ini. Jika ada yang bisa membantu, boleh berbagi ilmunya dengan mengirimkan solusinya ke email saya: business@indrianimonica.com. Terimakasih.

*Setelah ini baru saya akan menulis tentang “Oh My General VS Painter of The Wind”.

Gara-gara Lagu Broery



Hatiku hancur mengenang dikau
Berkeping-keping jadinya
Kini airmata jatuh bercucuran
Tiada lagi harapan..

Tiada seindah waktu itu
Dunia berseri-seri
Malam bagai siang
Seterang hatiku
Penuh harapan
Padamu..

Kini hancur berderai
Kepedihan berantai

Kuncup di hatiku
Yang lama kusimpan
Hancur kini
Sebelum berkembang..

Mengapa ini harus terjadi
Ditengah kebahagiaan
Ingin kurasakan
Lebih lama lagi
Hidup bersama denganmu..

Hidup bersama denganmu..
(Broery Marantika – Layu Sebelum Berkembang)


        Setiap lagu menyimpan kenangannya sendiri. Kadang-kadang satu lagu bisa membawa kita kembali ke masalalu dan mengingat dengan jelas apa yang kita alami waktu itu. Lagu adalah jembatan penghubung yang bisa mengembalikan ingatan kita dengan cepat mengenai seseorang. Setiap judul lagu mempunyai ceritanya sendiri, entah tentang bahagia atau terluka, pertemuan atau perpisahan, bahkan kehilangan, meskipun kita tidak pernah siap untuk itu.

        Aku adalah orang yang paling senang hidup dalam etalase bernama kenangan. Mengenang luka dan rasa sakit menjadi hal manis yang bisa aku putar berulang-ulang. Hingga kemudian lagu Broery terdengar lagi tanpa sengaja, ingatanku tentang dia muncul lagi begitu saja, begitu meresap dalam dada. Lagu “Hati yang Terluka”, “Layu Sebelum Berkembang”, dan lagu “Kemesraan” nyaris menyayat kembali hatiku yang sebelumnya sudah lupa tentang sosok bernama luka.

        Ada tiga orang penting dalam kisah asmaraku. Sebut saja tiga, karena hanya kepada tiga orang ini aku bisa menjalin hubungan dengan penuh perasaan. Jingga, Biru dan Black (Sebut saja begitu karena aku tidak memiliki panggilan khusus untuk dia).
Jika ditanya, siapakah yang paling aku cintai diantara ketiganya?
Maka aku tidak akan bisa menjawab, karena tidak pernah ada takaran yang pasti tentang seberapa banyak atau sedikit kadar cinta yang bisa kita berikan untuk orang lain.

        Jingga, aku akan mengingatnya sebagai cinta pertama. Kata pertama adalah sesuatu yang paling sulit untuk dilupakan. Aku butuh proses yang tidak mudah untuk bisa melupakan dia. Hubunganku dengan dia adalah yang paling lama, namun sepertinya kurang berkualitas. Tapi, bagaimanapun itu, darinya aku bisa belajar banyak hal tentang hidup, terutama tentang menjalin hubungan dengan orang lain dan tentang menghargai waktu yang Tuhan berikan kepada kita. Usia 22-26 aku habiskan dengan orang ini. Cinta pertama lebih gila dibandingkan narkoba. Luar biasa sia-sia.

        Biru, aku bisa tahu rasanya dikagumi dan dicintai dari orang ini. Orang yang paling tulus yang pernah aku temui. Aku seperti melihat diriku sendiri ketika melihat dia. Dengannya aku merasakan kenyamanan dalam dunia maya. Di depannya aku bisa menjadi diriku sendiri. Tapi, sedalam apapun perasaannya, aku tidak pernah bisa mengenal dia dengan pasti. Diamnya penuh dengan misteri. Apa yang dia katakan belum tentu sama dengan apa yang dia rasakan.
Aku mengenalnya bersamaan dengan aku mengenal Jingga.  Dia bahkan tetap menunggu ketika aku sudah menjalin hubungan dengan Jingga.
2012 mengenalnya, 2015 bertemu, dan September 2017 menjalin hubungan, lalu putus pada bulan Desember 2017 (tanpa ada kejelasan), hingga kita hilang kontak, dan berkomunikasi lagi ketika aku menjalin hubungan dengan orang baru hingga sekarang.
Aku senang berkomunikasi dengan biru. Aku bisa menceritakan apa saja kepadanya. Aku suka panggilan dia untukku yang masih dia sebut hingga sekarang. Dia membuat aku mengerti tentang arti pengorbanan, meskipun dia pernah beberapa kali menyakitiku dengan alasan yang tidak jelas (2015 dan 2017), tapi aku bisa memaafkannya karena dia masih menyayangiku, meskipun menyayangi dengan caranya sendiri.

        Black, dia berbeda dengan Jingga dan Biru, karena aku yang menyukai Black lebih dahulu dan ternyata dia pun memiliki perasaan yang sama. Black adalah kebahagiaan. Dengannya aku bisa tertawa setiap hari. Dia orang yang begitu asyik. Aku bisa dengan bebas bercanda dengan dia. Aku juga nyaman dengannya. Saat di starbucks tiba-tiba aku mual dan pusing, dia kemudian dengan cepat memijat beberapa titik pada kakiku hingga aku fit lagi.
Aku tertarik kepadanya sejak awal aku melihat dia, hingga kemudian perasaan tertarik itu berubah menjadi rasa penasaran, dan dari rasa penasaran itu kemudian cinta hadir.

        Lagu-lagu Broery mengingatkan aku lebih banyak tentang Black. Aku pernah menyanyikan lagu “Hati yang Terluka” di panggung ketika dia berada  dihadapanku. Kita pernah bersama-sama menyanyikan lagu “Kemesraan” juga di atas panggung. Lalu ketika kita harus break sesaat pada bulan Desember 2018, aku seringkali menyanyikan “Hati yang Terluka” karena mengingat dia. Dan kini saat aku benar-benar kehilangan, maka lagu “Layu Sebelum Berkembang” seakan mewakili hatiku yang kadang-kadang masih merindukan dia yang sekarang entah dimana, padahal Januari-Februari 2019 kita masih bersama dan tidak ada masalah sedikitpun, namun kini dia raib ditelan glamournya dunia hiburan.

        Jingga, Biru dan Black selalu aku ingat ketika aku harus memutar kembali lagu kenangan. Aku suka lagu-lagu mellow yang seringkali diejek oleh teman-temanku. Seperti ketika aku menyukai lagu-lagu Broery, aku dianggap seperti orang tua, karena untuk generasi millenial sepertiku, rasanya lagu Broery terlalu jadul. Padahal menurutku setiap lagu memiliki rohnya masing-masing yang bisa menggerakan intuisi seseorang, sehingga setiap manusia memiliki karakter yang berbeda-beda dalam menyukai lagu, entah itu lagu-lagu lama yang mendayu-dayu ataupun lagu-lagu baru yang nge-rock.

       Penampilanku sekarang sering dibilang seperti rocker, karena aku tak bisa lepas dari jaket kulit, sepatu boots kulit,dll, padahal hatiku masih mellow, hingga udara pun mentertawakanku karena aku masih menyimpan rapi kenangan pada tempat yang tak pernah mereka lihat.

Kan kucari jalan yang sunyi
Untuk menghindar darimu
Ku berjanji di dalam hati
Takkan lagi ku menjumpaimu

Di tengahnya kabut bermandi embun pagi
Dingin membuat hatiku membeku

Kau yang telah membuat luka di hatiku
Kau yang telah membuat janji-janji palsu
Kau yang selama ini aku sayangi
Kau merubah cintaku jadi benci

Oh kau yang telah membuat luka dihatiku
Kau yang telah membuat janji-janji palsu
Oh kau yang selama ini aku sayangi
Kau merubah cintaku jadi benci

Kau merubah cintaku jadi benci
Oh benci..

(Broery Marantika – Hati Yang Terluka)


*Abaikan suara jelek. Ini nemu potongan video waktu karokean (tidak sadar direkam oleh temanku) saat break dengan Black pada bulan Desember, sebelum balikan lagi pada bulan Januari.