Beberapa minggu lalu, aku mengantar T Linda berbelanja baju lebaran. Menjelang lebaran, hampir semua pusat perbelanjaan ramai oleh orang yang berbelanja, sehingga aku sangat malas untuk berkeliling melihat-lihat baju. Alhasil, seharian itu aku lebih banyak duduk dan tidak membeli apa-apa, namun tiba-tiba seorang penjual Al Quran menghampiriku. Dia membawa beberapa Al Quran terjemahan ukuran besar dan satu Al Quran terjemahan ukuran sangat kecil. Tanpa banyak basa-basi, bapak tersebut kemudian menawarkan Al Quran itu kepadaku.
Mulanya aku hanya membuka-buka Al Quran ukuran besar yang dia sodorkan dan lumayan komplit. Al Quran terjemahan dengan merk Al Hadi ini menterjemahkan kata perkata yang disertai tajwid, selain itu ada penjelasan tentang macam-macam tajwid, tanda baca dan ada juga doa-doa yang dicantumkan dalam Al Quran tersebut.
Meskipun tampak komplit, namun sebelumnya aku tidak berniat membeli, karena sebelumnya aku sudah membeli Al Quran terjemahan Qordoba https://www.indrianimonica.com/2019/05/terapi-al-quran-bagian-1.html yang aku rasa sangat bermanfaat karena ada terapi Al Quran dan medical hadits di dalamnya, walaupun tidak banyak penjelasan tentang tajwid di dalamnya. Apalagi saat mendengar harga yang ditawarkannya yaitu Rp. 150.000, Aku sungguh tidak yakin untuk membeli Al Quran tersebut dan aku berdalih bahwa aku tidak terlalu butuh penjelasan tentang tajwidnya. Namun, Bapak tersebut lalu menjelaskan pentingnya untuk mengetahui dan belajar tentang tajwid dan tanda baca dalam Al Quran, agar kita tidak salah membaca, selain itu beliau juga menjelaskan keunggulan-keunggulan Al Quran terjemahan itu, seperti terjemahan kata per kata, serta adanya doa-doa dan terjemahaannya.
Setelah aku pikir-pikir, aku pun membeli Al Quran terjemahan tersebut setelah sebelumnya aku menawar seharga Rp. 100.000, namun bapak tersebut tidak memberikannya karena menurutnya harga belinya juga di atas itu. Aku pun lalu membayar Rp. 150.000 tanpa panjang lebar tawar menawar lagi, karena aku pikir bapak tersebut sudah berjuang dalam berjualan kitab suci dengan susah payah dalam keadaan sedang berpuasa. Saat berbelanja ke supermarket saja kita tidak menawar, masa iya sekarang harus tawar menawar saat membeli Al Quran pada pedagang yang berkeliling.
Bapak tersebut kemudian mendoakan semoga Al Qurannya bermanfaat dan menjadi syafaat kelak di akhirat, aamiin.
Seharian itu jadilah aku tidak ingin membeli apa-apa lagi, karena aku sudah cukup membeli Al Quran yang jauh lebih bermanfaat dari baju yang tidak terlalu penting. T Linda bahkan keheranan kenapa aku tidak membeli apa-apa. Bukan karena uangnya sudah habis, namun menurutku membeli baju bukan hal penting yang harus kita lakukan dalam menyambut Idul Fitri, karena di luar sana justru masih banyak yang masih membutuhkan bantuan atau bahkan yang saat ini sedang dirundung duka dan diselimuti masalah, maka ketika kita membeli baju, dll rasanya empati kita terhadap orang-orang disekitar patut dipertanyakan.
Sesampainya di rumah, aku langsung membuka Al Quran tersebut. Ada banyak hal yang aku dapatkan yang sebelumnya tidak aku ketahui, seperti macam-macam tanda berhenti dalam Al Quran, terjemahan kata per kata, dan kumpulan doa-doa yang begitu berharga yang bisa kita amalkan kapan saja.
Kini, aku memiliki dua Al Quran terjemahan yang bisa saling melengkapi. Al Quran Qordoba bisa aku bawa kemana-mana dan ada informasi-informasi tambahan tentang terapi Al Quran, sedangkan Al Quran Al Hadi bisa aku baca dirumah, seraya mempelajari ilmu tajwid.
Kehadiran Al Quran-Al Quran ini sungguh banyak mengubah hidupku. Aku jadi lebih banyak merenung dan memikirkan tujuan utama kita hidup.
Sungguh banyak sekali waktuku dimasalalu yang aku sia-siakan tanpa mampu membaca dan mengamalkan petunjuk hidup yang ada dalam Al Quran, padahal Al Quran adalah pedoman tentang bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan di dunia ini. Seperti ketika kita membeli handphone, selalu ada buku petunjuk bagaimana cara menggunakannya, dll, begitu pula dengan Al Quran, sudah sepatutnya kita mengikuti petunjuk yang sudah Allah jabarkan di sana, agar kita tidak keliru menghabiskan sisa hidup kita yang singkat ini, hingga menyesal dikemudian hari.
Dan Al Quran ini seakan menjadi kado termanis dibulan ramadhan untuk menyambut Idul Fitri. Terimakasih Ya Allah, semoga aku bisa senantiasa memperbaiki diri setiap harinya dan menjadi hamba-Mu yang Engkau ridhai, aamiin Ya Rabbal Alamin.
“Dan Kami turunkan dari Al Quran (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al Quran itu) hanya akan menambah kerugian.” (QS. Al-Isra ayat 82)

No comments:
Post a Comment