Sunday, September 19, 2021

MELUPAKAN

 






    Kemarau di bulan September dan sedikit gerimis yang turun mengintip malu-malu. Tanggal-tanggal di kalender sekali-kali menyapa dengan penuh ketegangan. Angkanya adalah waktu, penanda pada barisan yang kelak akan jatuh menjadi masalalu.


    Aku tengah mengingat, menelanjangi sunyi yang kini menceritakan tentang dirinya sendiri. Ada yang berkabung, secuil harapan yang tidak lagi bisa bersenandung. Dari jarak, aku mengerti tentang riak. Sesak yang aku sirami agar kelak tidak kembali menjadi onak.


    Aku ingin mengenali siapa pemilik nadi ini? Pengatur hilir mudik nafas yang membuatku paham akan cara meredam nafsu.

Namun, kadang kenangan membuatku lupa akan batas. Akan rasa yang semestinya tidak dibiarkan bebas berkelana melucuti palung iman. Kadang aku lupa bahwa hanya Dia yang kemudian bisa membuatku baik-baik saja.


    Senja datang diantara mimpi yang mengetuk pada siang hari. Cuplikan 9 wali yang kemudian berganti menjadi kilas balik wanita penunggu hutan hujan. Lautan yang lantas berubah menjadi sungai dan pegunungan. Aku sungguh tidak mengerti akan risalah Ilahi atau kumpulan nafsu diri.


    Aku ingin berteman dengan hening. Dengan rasa tenang ketika hidup tak lagi memikulkan bebannya pada hati. Aku ingin baik-baik saja, tersenyum kepada matahari dan tertawa lebar kepada rembulan yang datang pada malam hari. Aku ingin kembali, menorehkan garis putih pada lembaran hitam yang telah penuh oleh noda kehidupan. Aku ingin harapan.


    Aku ingin waktu mengajakku berlari dan tidak bertekuk lutut pada rasa takut. Aku ingin tarian hujan membuatku basah dan paham akan pentingnya hidup dalam kenyataan. Aku ingin mengakhiri dongengku yang penuh dengan naskah-naskah khayalan. Aku ingin sadar bahwa hidup tidak seperti cerita pangeran dan putri raja yang ujungnya berakhir bahagia dan baik-baik saja. Aku ingin lupa cara bersedih agar aku yakin bahwa aku adalah manusia terpilih. 

Aku adalah aku, yang kini tengah menghapus jejak rindu. Mengemas tumpukan kenangan untuk kemudian aku beri judul “Melupakan”.

(Dalam kenangan 24 September 2017)

No comments:

Post a Comment