Monday, January 21, 2013

Hikmah



Semesta telah menjawab. Kini,  Aku paham akan dua hal dalam kehidupan, yaitu tentang sabar dan ikhlas. Takjub. Itulah satu kata yang bisa aku ucapkan saat ini, tatkala menyaksikan bagaimana dahsyatnya tangan-tangan Tuhan bekerja, tentang bagaimana membahasakan doa melalui ujian dan kesabaran, melalui keringat dan airmata, serta melalui ketabahan dan rasa yakin.
Waktu kadang mempunyai peran penting dalam hal mendewasakan hati. Adakalanya memang kita hanya butuh merenung sesaat dan menyadari bahwa Dia memang nyata.
            2012 adalah tahun tersulit yang pernah aku lewati. 2012 adalah klimaks. 2012 adalah fluktuasi dari kikisan gelisah akan rasa yakin. 2012 adalah jembatan antara kesadaran dan putus asa. Ya, itu 2012, dinamika pergolakan amarah dan kesabaran. 2012 adalah tahun penuh pendewasaan, kerja keras dan perenungan. 2012 adalah puncak muhasabah diri. Aku seakan tak percaya bahwa aku telah melewatinya. Aku telah menyelesaikan tahun tersulit itu dengan penuh hikmah.
Aku masih tak percaya. Ini ajaib, ini adalah hasil dari proses pematangan nurani. Terimakasih Tuhan atas hikmah nyata yang kini aku renungkan, terimakasih atas keindahan yang sering aku hayati pada keindahan surat Ar Rahman, Al Waqiah dan Al Mulk, serta dzikir-dzikir penenang hati dan kata istighfar. Terimakasih, sungguh-sungguh aku berterimakasih.

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

1
تَبَارَكَالَّذِيبِيَدِهِالْمُلْكُوَهُوَعَلَى كُلِّشَيْءٍقَدِيرٌ

Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,
الَّذِيخَلَقَالْمَوْتَوَالْحَيَاةَلِيَبْلُوَكُمْأَيُّكُمْأَحْسَنُعَمَلًاوَهُوَالْعَزِيزُالْغَفُورُ

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,
الَّذِيخَلَقَسَبْعَسَمَاوَاتٍطِبَاقًامَّا تَرَىفِي خَلْقِالرَّحْمَنِمِن تَفَاوُتٍفَارْجِعِالْبَصَرَهَلْ تَرَى مِنفُطُورٍ

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan
Yang Maha Pemurah, sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat
sesuatu yang tidak seimbang?
ثُمَّارْجِعِالْبَصَرَكَرَّتَيْنِيَنقَلِبْإِلَيْكَالْبَصَرُخَاسِأًوَهُوَحَسِيرٌ

Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan
sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.
وَلَقَدْزَيَّنَّاالسَّمَاءالدُّنْيَابِمَصَابِيحَوَجَعَلْنَاهَارُجُومًا لِّلشَّيَاطِينِوَأَعْتَدْنَالَهُمْ عَذَابَالسَّعِيرِ

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan
bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang
menyala-nyala,
وَلِلَّذِينَكَفَرُوابِرَبِّهِمْعَذَابُجَهَنَّمَوَبِئْسَالْمَصِيرُ

Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk
tempat kembali.
إِذَاأُلْقُوافِيهَاسَمِعُوالَهَا شَهِيقًاوَهِيَتَفُورُ

Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang
neraka itu menggelegak,
تَكَادُتَمَيَّزُمِنَالْغَيْظِكُلَّمَاأُلْقِيَفِيهَافَوْجٌسَأَلَهُمْخَزَنَتُهَاأَلَمْيَأْتِكُمْنَذِيرٌ

hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya
sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka:`
Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan? `
قَالُوابَلَى قَدْجَاءنَانَذِيرٌفَكَذَّبْنَاوَقُلْنَامَا نَزَّلَاللَّهُ مِنشَيْءٍ إِنْأَنتُمْإِلَّا فِيضَلَالٍ كَبِيرٍ

Mereka menjawab:` Benar ada `, sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan,
maka kami mendustakan (nya) dan kami katakan:` Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain
hanyalah di dalam kesesatan yang besar `.
وَقَالُوالَوْ كُنَّانَسْمَعُأَوْ نَعْقِلُمَا كُنَّافِيأَصْحَابِالسَّعِيرِ

Dan mereka berkata:` Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya
tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala `.
فَاعْتَرَفُوابِذَنبِهِمْفَسُحْقًالِّأَصْحَابِالسَّعِيرِ

Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.
إِنَّالَّذِينَيَخْشَوْنَرَبَّهُمبِالْغَيْبِلَهُممَّغْفِرَةٌوَأَجْرٌكَبِيرٌ

Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan
memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
وَأَسِرُّواقَوْلَكُمْأَوِاجْهَرُوا بِهِإِنَّهُعَلِيمٌبِذَاتِالصُّدُورِ

Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
أَلَايَعْلَمُمَنْ خَلَقَوَهُوَاللَّطِيفُالْخَبِيرُ

Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan
Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?
هُوَالَّذِيجَعَلَلَكُمُالْأَرْضَذَلُولًافَامْشُوافِيمَنَاكِبِهَاوَكُلُوامِنرِّزْقِهِوَإِلَيْهِالنُّشُورُ

Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya
dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
أَأَمِنتُممَّن فِيالسَّمَاءأَن يَخْسِفَبِكُمُالأَرْضَفَإِذَاهِيَتَمُورُ

Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?,
أَمْأَمِنتُممَّن فِيالسَّمَاءأَن يُرْسِلَعَلَيْكُمْحَاصِبًافَسَتَعْلَمُونَكَيْفَنَذِيرِ

Atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan
badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?
وَلَقَدْكَذَّبَالَّذِينَمِنقَبْلِهِمْفَكَيْفَكَانَنَكِيرِ

Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka
alangkah hebatnya kemurkaan-Ku.
أَوَلَمْيَرَوْاإِلَىالطَّيْرِفَوْقَهُمْصَافَّاتٍوَيَقْبِضْنَمَا يُمْسِكُهُنَّإِلَّاالرَّحْمَنُإِنَّهُبِكُلِّشَيْءٍبَصِيرٌ

Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan
sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah.
Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.
أَمَّنْهَذَاالَّذِيهُوَ جُندٌلَّكُمْ يَنصُرُكُممِّن دُونِالرَّحْمَنِإِنِ الْكَافِرُونَإِلَّا فِيغُرُورٍ

Atau siapakah dia yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain daripada Allah Yang Maha
Pemurah? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu.

21
أَمَّنْهَذَاالَّذِييَرْزُقُكُمْإِنْ أَمْسَكَرِزْقَهُبَللَّجُّوافِي عُتُوٍّوَنُفُورٍ

Atau siapakah dia yang memberi kamu rezki jika Allah menahan rezki-Nya? Sebenarnya mereka
terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri.
أَفَمَنيَمْشِيمُكِبًّاعَلَىوَجْهِهِ أَهْدَىأَمَّنيَمْشِيسَوِيًّاعَلَى صِرَاطٍمُّسْتَقِيمٍ

Maka apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapat petunjuk
ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?
قُلْهُوَالَّذِيأَنشَأَكُمْوَجَعَلَ لَكُمُالسَّمْعَوَالْأَبْصَارَوَالْأَفْئِدَةَقَلِيلًامَّاتَشْكُرُونَ

Katakanlah:` Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan
dan hati `. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.
قُلْهُوَالَّذِيذَرَأَكُمْفِي الْأَرْضِوَإِلَيْهِتُحْشَرُونَ

Katakanlah:` Dialah Yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nyalah
kamu kelak dikumpulkan `.
وَيَقُولُونَمَتَى هَذَاالْوَعْدُإِن كُنتُمْصَادِقِينَ

Dan mereka berkata:` Kapankah datangnya ancaman itu jika kamu adalah orang-orang yang benar? `
قُلْإِنَّمَاالْعِلْمُعِندَاللَّهِ وَإِنَّمَاأَنَانَذِيرٌمُّبِينٌ

Katakanlah:` Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya
aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan `.
فَلَمَّارَأَوْهُزُلْفَةًسِيئَتْوُجُوهُالَّذِينَكَفَرُواوَقِيلَهَذَا الَّذِيكُنتُم بِهِتَدَّعُونَ

Ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat) sudah dekat, muka orang-orang kafir itu menjadi
muram. Dan dikatakan (kepada mereka) inilah (azab) yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya.
قُلْأَرَأَيْتُمْإِنْأَهْلَكَنِيَاللَّهُوَمَنمَّعِيَأَوْرَحِمَنَافَمَن يُجِيرُالْكَافِرِينَمِنْعَذَابٍأَلِيمٍ

Katakanlah:` Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama
dengan aku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk syurga), tetapi siapakah
yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih? `
قُلْهُوَالرَّحْمَنُآمَنَّابِهِ وَعَلَيْهِتَوَكَّلْنَافَسَتَعْلَمُونَمَنْ هُوَفِي ضَلَالٍمُّبِينٍ

Katakanlah:` Dialah Allah Yang Maha Penyayang kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nyalah
kami bertawakkal. Kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata `.
قُلْأَرَأَيْتُمْإِنْأَصْبَحَمَاؤُكُمْغَوْرًافَمَنيَأْتِيكُمبِمَاءمَّعِينٍ

Katakanlah:` Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan
mendatangkan air yang mengalir bagimu? `

Sunday, January 20, 2013

Kesederhanaan Dalam Dirinya


         
          Kadangkala senja tampak memukau dengan keindahan lembayung jingga, namun adakalanya mendung datang dengan membawa keindahan lain, yaitu hujan.
Banyak hal memang yang sebenarnya indah bilamana kita menghayatinya dengan hati, menggenapi setiap bagiannya dengan jiwa, dan berbaur di sana, di dalamnya menjadi satu intuisi rasa.
Kali ini aku ingin menceritakan keindahan lain dari seseorang. Keindahan yang membuat setiap mata dari bauran kehidupan ini simpati kepadanya. Aku ingin sedikit mengingat tentang seseorang yang langkah kakinya begitu menawan bak angsa putih yang bermahkotakan kesederhanaan.
Dia adalah cermin. Sosok nyata dari bait-bait yang diamanahkan Tuhan akan kehidupan. Dia hidup pada setiap helai nafas orang-orang yang mengaguminya, bercengkrama dalam perbincangan hati manusia.
Dia hanya salah satu pesan dari Tuhan tentang bagaimana semestinya langkah ini berjalan, tentang bagaimana senyuman itu seharusnya diperlihatkan, tentang bagaimana hidup itu seharusnya dihidupkan.

            Aku mengenalnya, sedikit memahaminya. Menjamahi degup jantung yang sama dari setiap pacuan adrenalin yang memompa. Aku, dia dan sebagian dari kesederhanaan. Katanya nyaris sama. Sebagian darinya, sebagian dariku, membentuk lingkar tarian makna yang tak akan pernah punah tertelan masa.
Aku sempat bertanya-tanya. Berlarian dalam jejak kebingungan. Aku sempat diam sesaat, menghidupkannya, mengenalinya lebih jauh.
Adakalanya memang rindu. Bukan rindu seperti katamu. Ini lain. Aku masih mencerna semuanya. Menjejaki sebuah kebingungan yang tak kasat mata.
           
            Kesederhanaan, bukankah hanya itu sebenarnya pesan dari senja yang hampir luput dari mata?? Ya, seharusnya aku sudah tahu dari awal tentang siapa dia, tentang pesannya.
“Hidup ini singkat, jadi hiduplah dengan sebaik-baiknya.”

Senja ini menguning dan hujan turun lagi. Ahh, biarlah begitu.. ini hidup.

Thursday, January 17, 2013

Nissan juke crossover





http://en.wikipedia.org/wiki/Nissan_Juke

Tuesday, January 15, 2013

Mereka Yang Mencintaiku



          Mereka menamaiku cinta. Mereka bilang aku istimewa. Mereka adalah orang-orang yang aku lupakan. Tanpa cinta, aku menamai mereka. Berjalan dengannya seperti bergurau dalam asa.
Mereka bilang aku tega.

          Aku tak bisa.. Tak terbiasa berdiri beriringan dalam kepura-puraan rasa.
Terserah apa kata mereka. Airmata dan doa yang menjadi bayang-bayangnya yang terlupa. Entahlah, aku tak ingin mengingat itu. Lepas dari mereka adalah sebuah kelegaan yang nyata, meski banyak suara-suara sumbang yang meneriakku di sana. Ah aku tak peduli lagi. Aku bahagia tanpa mereka. Kini aku dapat memilih jalanku sendiri. Menemukan rangkaian masa dalam kebebasan. Selamat jalan kawan.. belajarlah melupakan..

(Tak bisa nulis lagi, kepala mulai terasa berat, mata panas dan mual.. hmm beberapa minggu yang sulit karena badan drop)


Wednesday, January 9, 2013

Bahasa Rindu


Padamu ada harap. Tumbuh dan menghijau. Aku bukan rumput, tapi sedikit membahasakannya dalam hidup.
Tarian angin dan pasir di pesisir, sedikit mendingin bersama hati yang berdesir.
Aku biarkan kau lupa.. sesaat berpura-pura.
Masalalumu yang berangsur memulihkan luka..

Padamu ada cinta, tapi kau bahasakan aku pada lara. Menyesapi sisa-sisa suram yang Ku pungut dilangit hitam..
Aku bukan pelarian atau persinggahan..
Dan hati pun mengeluh, membahasakan riak rasamu yang gaduh.

Padamu ada mimpi..
Tapi jalannya kini mati. Biar saja begini. Aku bukan pengemis tanpa harga diri.
Kejujuran yang Ku rasa masih bersembunyi. Buka saja, kenang matanya yang kau sebut  indah. Bahasakan wajahnya yang kau sebut rupawan. Sahajakan dia.. simpan kisahnya.
Sulut lelahku menjadi abu. Aku biasa..
seperti udara, kadang terabai terlupa, tapi ada..

Cinta yang menggembalakan aku pada doa..
Lihatlah, hapus namanya..

Aku senjamu dan kau jinggaku
Cukup itu..
Rindu..

Sang Pendosa




Aku penyair malam..
Penyulam kata-kata sajak hitam..

Aku pendosa tanpa nama..
Menari tarian setan dibalik jubah dewa,

Ah, apa pedulimu??
Menghakimi tapi tak tau diri..

Iman bukan jelmaan..
Bukan rekayasa pujian-pujian Tuhan..

Liar bahasamu itu dungu..
Terserah katamu tentang malu..

Lihat.. kau katakan tentang etika..
Penyulut nyali api neraka..

Cerca saja..

Aku memang pendosa..
Pendosa berhati cinta..

Aku memang pendosa..
Pendosa berhasrat dunia

Iblis yang kau kira kutukan Tuhan..
Haha.. salah.. kau salah teman..

Liar bahasamu, bahasaku, bahasa kita..
Para pendosa bertopeng satria..

Manusia..
Berkaca sempurna..

Indah mata
Bijak bahasa
Tapi pendosa..