Thursday, March 19, 2020

TARIAN SENYAP



Tarian sepasang cincin kini mulai mengaduk-aduk rasa yang tengah mengamatinya di depan layar kaca. Ada yang masih mengintip diam-diam di balik senyap malam. Menelanjangi matanya dan mengingat kembali barisan percakapan yang masih terekam dalam kidung kerinduan.

Dia duduk di depan antrian para pencari jawaban. Menggerakan jari jemarinya di atas keyboard dengan mata tertuju ke depan layar komputer. Aku mengamatinya, pada jarak yang hanya dipisahkan oleh belaian udara.
Lalu ada yang berdegup tanpa persetujuan, jantung yang meronta di balik dada dan hati yang berbisik dengan hati-hati. Hari itu, sosoknya mengendap dalam lamunan, memecahkan sunyi dan mengantri tanpa permisi pada episode-episode cuplikan mimpi.

    Dan kemudian dia datang ke tempat di mana hatiku bersarang. Jantungku nyaris terbelah menjadi dua dan hampir saja kaca-kaca jendela pecah berhamburan. Aku terkesima! Aku tak menyangka langkahnya akan mengudara dan jatuh di depan kedua mata. 

    Sepanjang waktu, gugup mengalirkan keringat dingin, membuat lidah kelu dan menelurkan kekakuan. Untung saja sosok yang dia bawa menjejaki hari, mampu menenangkan sedikit rasa takutku menyembunyikan gejolak dan buncahan-buncahan hati.
Namanya, nomor handphonenya dan instansi tempat dia bekerja kemudian dia utarakan di atas kertas, dalam surat penawaran yang baru aku temukan beberapa hari di atas tumpukan berkas-berkas.

    Aku mendapatinya diantara degup jantung yang semakin tak berirama. Pada percapakan-percakapan biasa yang kaku dan baku, aku mengenalnya dalam gambaran yang masih buram. Hingga kemudian aku melihatnya dalam balutan penuh doa. Pesta yang kemudian aku tahu adalah akhir dari sebuah pencarian. Dia tampak begitu bahagia. Dan senyum pahit kembali menghampiriku dengan terpaksa. Merebut harapan dari tangan sang penyair yang hanya mampu merangkai kata-kata. 

Aku lalu membuka kembali kenangan dan mendapati betapa harapan teramat mahal untuk bisa aku beli. Dan ikatan yang baru saja aku mulai seringkali berakhir tanpa ada satupun kesempatan untuk bisa memiliki.  

No comments:

Post a Comment