Pernahkah kamu menapaki jejak pelangi yang jatuh di atas laut? Mengenali biasnya pada gulungan ombak yang menghantam karang?
Dan kepada pasir yang pernah menyimpan jejak-jejak kaki tanpa nama, pernahkah kamu mengingat, berapa banyak rindu yang terkubur di sana? Tertidur dalam waktu yang tak akan pernah bisa mengulang lagi pada halaman pertama kita berjumpa.
Ada banyak narasi warna yang tidak bisa aku utarakan pada waktu. Goresannya adalah Bahasa hati yang bergerak dalam dimensi warna warni. Kamu tahu, berapa banyak abjad yang berlari di balik matahari? Meredam pijaran panasnya untuk kemudian mendingin dalam pelukan malam sang rembulan.
Sudahkah kamu mengingat, berapa banyak judul puisi yang hanyut dalam derasnya kehilangan tatkala dua pasang kaki tidak bisa berjalan beriringan?
Melodi-melodi terus berputar dikepala dan resah gelisah berlari bersama mengunci palung jiwa. Sungguh hujan telah kembali pada teras-teras asing tempat sunyi mengenalkan diri. Pada sudut paling gelap dimana rasa terus saja menggaungkan kalimat-kalimatnya tanpa rahasia.
Aku suka bercerita kepada rintik hujan. Pada basahnya airmata ketika mengenang kehilangan. Dan kepada genangan air yang kemudian menjadi keruh, aku bercerita bahwa semua yang keruh pernah bening pada mulanya. Bahwa kesedihan diawali oleh senyum tawa. Bahwa kehilangan adalah langkah terakhir dari cinta. Bahwa ada yang pernah indah dibalik duka.
Malam mengajariku banyak hal tentang kepergian. Tentang apa yang tidak bisa bertahan dalam badai rintangan. Tentang matahari tenggelam yang tidak menyisakan harapan layaknya matahari terbit. Tentang “memiliki” yang tidak bisa termiliki. Tentang kenangan yang tetap menjadi kenangan dan bukan “surat undangan”.
Inilah aku, karang hujan yang masih dihantam ombak kehidupan. Berputar-putar pada arus yang sulit aku hentikan. Bimbang akan tujuan, berlari ke depan atau berbalik arah. Bersujud pada-Nya, tapi hati masih terbagi-bagi. Munafiknya aku kali ini, memilih Tuhan tapi tak beriman.
*Tak beriman = Tidak 100% total mencintai Tuhan (masih mencintai makhluknya secara berlebihan).
.jpeg)
No comments:
Post a Comment