Ada jejak yang hilang, ketika aku mengembara ditengah kekacauan. Ketika untaian airmata dan kerinduan menjelma menjadi bias duka dan kesepian. Aku tersesat dan membeku tanpa tujuan. Celah jendela yang pernah kita miliki, tak lagi memantulkan sinar harapan. Semuanya kosong... Tinggalah kini cerita berdebu tersapu diruang jeda, merapatkan hangatnya, meskipun musim tlah berganti, dan pucuk-pucuk hijau kini mengering berguguran.
Sulit bagi mimpiku berlabuh di dermaga, sementara kisah manis itu tlah kehilangan hangatnya. Dan sorot mata buta, menyeretku bermukim di ujung muara. Lihatlah, kini aku bak pecandu dengan angan masalalu, meneguk sedikit nikmatnya, hingga semua hancur bertebaran bagai debu, dan kau pun terus melaju tanpa pernah menolehku.
Aku tetap bersemayam diantara garis ini, di atas coretan-coretan kenangan yang masih menyisakan keheningan.
Biarlah kita berpelukan di bawah hujan dan membasuh kesedihan di bawah sinar rembulan, meski kau telah menghilang bersama ilalang, dan terbang menyertai kumbang, namun kisah ini terus mengerang,,, berselimut dalam genderang,, dan bertanya "Kapan kau akan pulang??"
(Untuk sahabatku yang satu setengah tahun ini menghilang dalam kehidupanku & tak ada di usiaku yg ke 21&22.. i miss u, kebencian tak akan pernah menghapuskan kenangan indah yg pernah terukir dalam persahabatan kita.. )

No comments:
Post a Comment