Kalau pun bukan namamu..
Yang tertera indah di atas kertas bertinta emas
Kalau pun bukan namamu..
Yang terucap lembut di atas bibir sang penghulu
Kalau pun bukan namamu..
Yang bersanding di dalam hati tak berpintu
Kalau pun bukan namamu..
Yang kelak memeluk malam-malam dinginku
Kalau pun bukan namamu..
Yang bertakbir di atas sajadah takdir
Kalau pun bukan namamu..
Yang memanggil diantara rakaat-rakaat qiyamul lail
Kalau pun bukan namamu..
Yang berseru diantara ribuan restu
Tapi, namamu adalah rindu…
Sedang namanya adalah ikhlas sujud dan ruku ku
Meski namamu adalah pergolakan nafsu…
Sedang namanya adalah perisai kalbu
Tapi, namamu pernah ku tulis cinta…
Cinta semu abu-abu…
Yang esok lusa berseteru
Dan tenggelam di lautan mut’ah
Sedang namanya adalah titian lara…
Yang bermukim pada terang Allah dan Rasullnya
Meski tanpa rasa…
Meski tak bahagia…
Tapi, Dia berkata dalam Asma-Nya
“Al-Shabur” … maka, nafsuku kini terkubur
Hasrat dan mauku terpenjara
Di atas likuan fana dunia
Menuju syurga…
*Catatan : - Namamu : Orang yg kita cintai
- Namanya : Orang yang merupakan jodoh kita
“Dalam segala sesuatu, Dia memiliki ukuran yang sempurna dan waktu yang sempurna. Dia sabar, mencintai dan… beserta orang-orang yang sabar” (QS Al-Anfal 8:46).
*Kutipan (Syaikh Tosun Bayrak Al-Jerrahi, dalam bukunya The name and The Named)
Dalam ciptaan-Nya dan dalam tindakan-Nya, dalam perlakuan-Nya terhadap makhluk-Nya, tidak ada yang lebih besar atau yang lebih kecil, yang lebih baik atau lebih buruk, yang lebih awal atau yang lebih terkemudian dari yang telah ditentukan-Nya.
Dia tidak menunda sesuatu di luar waktu yang telah ditentukan atau gagal menyelesaikan sesuatu secara tidak sempurna seperti orang-orang yang ceroboh. Tetapi, Dia melakukan segala sesuatu pada saat yang tepat dengan cara semestinya.
Kesabaran adalah watak Allah; oleh karena itu, orang yang sabar mencerminkan watak yang mulia ini.
ORANG YANG SABAR MENOLAK HAL-HAL YANG DIINGINKAN OLEH HAWA NAFSUNYA KHUSUSNYA YANG TIDAK DAPAT DITERIMA OLEH AKAL DAN AGAMA. DIA GUNAKAN DIRINYA SENDIRI TERHADAP HAL-HAL YANG DAPAT DITERIMA OLEH AKAL DAN AGAMA, MESKIPUN HAL ITU MENYAKITI EGONYA, SEPERTI HALNYA DIA MENGETAHUI CARA MEMASANGKAN KENDALI PADA KUDA LIAR DARI HAWA NAFSUNYA.
SUATU PERUMPAMAAN YANG AMAT TEPAT SEKALI ADALAH, BERSABAR ATAS HUKUM ALLAH.SWT HENDAKNYA SEPERTI MAYAT DI TANGAN ORANG YANG MEMANDIKAN, DIAPAKAN SAJA MENGIKUTI KEHENDAK YANG MEMANDIKAN. (Sulaiman Al-Kumayi dalam buku Kecerdasan 99Q)
No comments:
Post a Comment