Mengering jiwaku,,,
Terkubur dalam penyesalan,,
Peluh rinduku menangis,,,
Terhempas diantara pekat malam,,
Disini bayangmu menari,,,
Berkejaran terkikis ombak,,
Andai mentari dan gerimis kembali,,,
Maka, akan kulihat pelangi,,
Bercahaya melukis rindu,,
Aku akan menelan duri ini,,,
Hingga terasa sesak dan menyakitkan,,
Agar malaikat jiwaku yang pergi
Datang kembali,,,,
Karena disini separuh jiwamu beku,,
Terkapar kedinginan,,
Menanti musim panas tiba,,,
Tapi mentari tak lagi menampakkan wujudnya,,,
Hanya langit mendung memayungi raga hampa,,
Menunggu kenangan menjelma impian,,,
Tapi semua sirna tertelan badai,,
Dan hatimu tak lagi bersemayam
Disini,,,
Pahit dan kelam kulepas jiwamu,,
Sepi,,,sepi,,,sepi,,,
Kucari hatimu dintara gugusan bintang…
Tapi sinarnya tlah memantulkan kebencian,,,
Keraguan,,,
Kucari kau diantara debur ombak,,,
Tapi,, hatimu tiada lagi untukku,,
Hanya sisa-sisa kehangatan masih kurasakan,,
Membelai rindu tanpa ujung…
Rindu,,, rindu,,, rindu tanpa batas,,,
Rindu akan serpihan jiwa yang pergi,,,
Rindu akan hati yang berpaling,,,
Rindu akan mentariku yang masih tenggelam
Dibelahan jiwa lain,,
Yang tak pernah aku tahu,,,
Sampai kapan dia berlabuh disana,,,
Dipelupuk matanya,,,,
Yang tlah menghujam jiwa ini,,,
Meluapkan asa,,,
Membakar kemarahan,,,
Hinggaku tak pernah lagi merasakan,,,
Hangatnya sinar mentari,,,
Indahnya warna pelangi,,
Merdunya debur ombak,,
Hanya kenangan masalalu berserakan tak tentu,,,
Membusuk,, bernanah,,,
Menanti sang malaikat berlabuh lagi,,,
Di samudra penantian,,,,
Yang bertabur rindu…
Dan kering merona…
Akan cinta,,,,
No comments:
Post a Comment