Bila airmata ini mengering,,
Menarilah bersama debur ombak..
Dan lukislah namamu diatas awan..
Biarkan kebahagiaan berseri bersama pelangi,,
Jangan kau lirik awan mendung yg tengah berkidung..
Atau kau sulam jerami liar yang terbakar..
Karena aku tlah menyatu bersama debu..
Terkubur dalam tanah merah basah..
Berpalinglah,, dan biarkan aku terbang...
Menjauh dari gumpalan selimut duka..
Selamanya takdir takkan menjawab..
Bahkan mengikatkan tali ini..
Maka,, akhirilah..
Hapuslah sudah cerita rembulan dan gemintang malam,,
Yang takkaan bisa memiliki
Bahkan bersatu, melagu keindahan
Sudahlah,, lepaskan hatiku yang terikat gemuruh jiwamu..
Jangan membisu laksana batu.. atau tersungkur umpama nyiur
Tersenyumlah,, dan ukirlah cintamu diatas menara syurga,,,
UntukNya yang selalu terjaga..
Bukan untukku yang fana..
Yang esok atau lusa kan tiada..
Menangis.. menangislah tanpa airmata
Dan bersandarlah pada sajadah yang terhampar
Bukan pada bahuku yang mulai terkulai
Akhirilah sudah disini..
Berucaplah pada nyanyian kutub dan gelombang samudra...
Karena esok mungkin tlah tiada..
Peluklah salam terakhir ini..
Yang terbungkus balutan nestafa
Sementara serpihan cinta yang masih menyala,,
Padamkanlah..
Padamkanlah tanpa gelegar gempa
Dan kecewa..
Kecupan terakhirku membaur dalam butiran doa
Dalam senandung duka dan perpisahan selamanya
Dengan dunia...
No comments:
Post a Comment