Tanpa sengaja hari ini aku melihat film Cars 3, karena keponakanku Zein yang berusia tiga tahun sangat menyukai film apapun yang berkaitan dengan mobil. Uniknya, kali ini aku menyukai alur ceritanya. Lightning McQueen yang selama ini selalu berjaya di sirkuit balapan, harus menerima kekalahan pertamanya oleh mobil balap baru yang lebih fresh dan canggih, Jackson Strom. Pada awal kekalahannya, McQueen tidak terlalu khawatir, meskipun sikap Strom yang sangat sombong, terutama ketika semua media mulai menyorotnya. Namun, lama-kelamaan, McQueen mulai mengalami masalah baru, terutama ketika satu persatu teman-temannya pensiun dan digantikan oleh mobil-mobil baru.
Dengan performa yang masih sama dan terbilang tua, McQueen mati-matian berusaha untuk mengalahkan Storm, namun apa daya, dia malah mengalami kecelakaan yang luar biasa di sirkuit.
Setelah kejadian itu, McQueen mengisolasi dirinya dan dia sering memutar rekaman mantan mentornya, Doc Hudson. Tapi, tak berlangsung lama, setelah itu dia mendapatkan kejutan baru dari Rusty dan Dusty (pemilik tim balap McQueen) yang mengirimnya ke pusat balap mutakhir yang baru milik Sterling. McQueen lebih terkejut lagi saat mengetahui bahwa mereka telah menjual Rust Eze kepada Sterling dan Sterling menugaskan McQueen untuk bekerja dengan pelatih wanita, Cruz Ramirez.
Dari pertemuannya dengan pelatih inilah, McQueen mulai berlatih dengan lebih serius dengan mengadaptasi teknologi-teknologi baru agar bisa bersaing dengan mobil-mobil balap saat ini. Namun, semua tak berjalan semulus itu, McQueen yang keras kepala, kadang-kadang sering mengabaikan arahan dari Cruz. Sampai suatu ketika McQueen menggunakan simulator balapan dan mengacaukan semuanya, Sterling kemudian marah dan sedikit kecewa sehingga memutuskan agar McQueen pensiun. McQueen diiming-imingi dengan uang lain yang akan didapatkan dari penjualan produk-produk dengan merk McQueen. Namun, McQueen menolak dan memohon agar dia diberi kesempatan satu kali lagi untuk balapan dan jika dia kalah, maka dia setuju untuk pensiun. McQueen ingin agar dia sendiri yang memutuskan kapan dia pensiun. Sterling kemudian setuju.
Sejak itu, McQueen berlatih sungguh-sungguh dengan ditemani oleh Cruz. Mereka seringkali berdebat, seperti dalam menentukan tempat untuk latihan, dimana McQueen memilih pantai untuk latihan dibanding simulator.
Cruz akhirnya menuruti kemauan McQueen dan dia juga ikut balapan, meskipun diawal-awal cukup kewalahan karena latihan langsung dilapangan jauh berbeda dengan latihan menggunakan simulator.
Hingga kemudian, mereka menemukan arena balapan di dekat pantai. Mereka berdua mendaftar dan McQueen tidak memberikan identitasnya yang asli, tapi dia melakukan penyamaran.
Setelah masuk ke dalam arena yang berlumpur, mereka kaget bukan main, karena arena itu bukanlah tempat balapan yang seperti mereka bayangkan, tapi itu adalah arena dimana mobil-mobil yang berada di situ saling menghancurkan satu sama lain. McQueen dan Cruz yang tidak bisa keluar dari arena, kemudian berjuang sekuat tenaga. McQueen memang bisa lolos setiap kali mobil lain akan menghancurkannya, namun terakhir dia tidak bisa melaju dari lumpur, meskipun lawannya yang sangat tangguh sudah tidak berdaya untuk melawannya lagi. Cruz kemudian memenangkan pertarungan ini. Penyamaran McQueen lalu terbongkar setelah dia kena semprotan air dan lumpur dalam bodynya luntur. Penonton sangat senang mengetahui bahwa McQueen berada di tengah-tengah mereka, namun berita yang muncul justru semakin menyudutkan McQueen dengan mengatakan bahwa McQueen benar-benar sudah layak untuk pensiun.
Di perjalanan pulang, Cruz tidak bisa berhenti berbicara. Cruz senang bukan main karena bisa menang untuk pertama kalinya, namun McQueen tidak mengindahkan ucapan-ucapan Cruz dan dia justru frustasi karena latihannya selama ini sia-sia. McQueen tidak yakin bisa menang mengalahkan Strom, selain dia sudah tua, kecepatannya pun tidak bisa menyamai kecepatan Strom. Karena rasa frustasi yang menghantui McQueen, dia kemudian menjatuhkan piala yang didapatkan oleh Cruz hingga patah. Cruz kemudian marah dan memutuskan untuk keluar dari mobil dengan mengatakan bahwa dia dari dulu sangat ingin jadi pembalap profesional seperti McQueen, namun dia selalu dianggap tidak bisa. McQueen menyesal dan menyuruh Cruzz untuk masuk kembali, tapi Cruzz tidak mengindahkannya. Dia memutuskan untuk berhenti menjadi pelatih McQueen dan kembali ke pusat pelatihan.
Setelah mengetahui bahwa Strom menetapkan rekor lap baru, McQueen kemudian meminta nasehat dari sahabatnya Mater. Mater menyarankan agar dia melacak mentor Doc, Smokey.
McQueen juga menyusul Cruz setelah dia mengungkapkan bahwa dia telah memperbaiki pialanya dan meyakinkan Cruz untuk ikut dengannya.
Cruz menerima permintaan maaf McQueen dan keduanya pergi ke kampung halaman Doc di Thomasville, Georgia.
Mereka kemudian bertemu dengan Smokey dan teman-teman lama Doc. Smokey mengungkapkan bahwa meskipun Doc tidak pernah balapan lagi setelah kecelakaan, namun Doc menemukan kebahagiaan baru yaitu ketika mengingat kenangannya saat bisa melatih McQueen. McQueen terharu mengetahui hal itu dan dia sangat merindukan masalalunya saat dia masih muda dan berjaya.
McQueen masih ragu bahwa dia akan bisa secepat Strom, namun Smokey dan teman-temannya meyakinkan McQueen dengan mengajarinya cara mengemudi lebih cerdas daripada Strom. McQuenn kemudian balapan dengan Cruz (Cruz berpura-pura sebagai Strom). Namun, saat balapan terakhir, Cruz tiba-tiba menyusul McQueen hingga McQueen kembali teringat pada pengalamannya saat kalah dari Strom dan mengalami kecelakaan. McQueen mulai tidak percaya diri lagi.
Balapan dimulai dan berkat dorongan dari Smokey dan teman-temannya, McQueen bisa melewati barisannya secara bertahap. Namun, Sterling masih meragukan kemampuan McQueen dan yakin bahwa McQueen tidak akan menang. Sterling kemudian memerintahkan Cruzz untuk kembali ke pusat balap untuk mulai mempersiapkan pembalap lain untuk mengisi acara berikutnya, tapi Cruz bersikeras untuk tetap tinggal dan menyaksikan balapan. Cruz kemudian menuruti perintah Sterling setelah Sterling marah dan mengatakan bahwa Cruz bukan seorang pembalap, sehingga tidak semestinya berada diarena balapan.
McQueen yang mendengar hal itu, meminta Cruz kembali dan menggantikannya pada putaran selanjutnya. Sterling menolak dengan keras, namun akhirnya Cruz menggantikan McQueen dengan nomor yang sama seperti McQueen yang ditempelkan dalam tubuhnya.
Dan setelah perjuangan panjang, Cruz kemudian bisa mengalahkan Strom.
Cruz lalu muncul pada sebagai pemenang, disertai oleh McQueen.
HIKMAH FILM DARI INI:
Roda tak selamanya di atas. Tidak selamanya kita muda, berjaya dan diliputi oleh kemenangan. Setelah pesaing muda datang dengan sesuatu yang masih fresh dan dengan inovasi baru, maka sudah seharusnya kita pun melakukan inovasi. Kesalahan besar bahwa kita mengharapkan hasil yang berbeda dengan performa yang sama.
Menjadi tua itu pasti. Sehebat apapun kita dimasalalu, estafet atau regenerasi itu diperlukan.
Seperti saat ini, dimana internet sudah merajai segala bidang, para pedagang konvensional yang tidak melakukan inovasi terus mengeluh bahwa dagangannya tidak laku seperti dulu, padahal hampir semua transaksi jual beli saat ini semuanya online. Bukankah sudah seharusnya para pedagang konvensional mulai mengikuti perubahan itu dan belajar hal-hal yang diinginkan oleh konsumen pada masa kini.
Ini pula kesalahan yang dilakukan oleh Alm Kakekku yang meninggal tahun 2015. Dia memulai usaha tahu sejak ia muda dan mendirikan pabrik tahu pada tahun 1950. Dulu, pabrik tahu ini tidak ada saingannya, sehingga keuntungan yang didapatkan sangat besar, tapi lambat laun, pesaing baru bermunculan, sedangkan kakek tidak melakukan ekspansi. Padahal jika dipikir lagi, seharusnya dia membuka cabang-cabang baru yang dipegang oleh anak-anaknya. Cabang yang memproduksi tahu juga atau adanya diferensiasi produk, sehingga bisa menyentuh segmen pasar yang berbeda. Tapi dia tidak melakukannya. Bahkan untuk sekedar mengurus BPPOM, mengemasnya dan memasukkan ke supermarket pun tidak dia lakukan.
Memang bisa diacungi jempol bahwa pabrik tahu ini hingga sekarang masih ada, padahal ketika krisis moneter dan harga dollar naik, para pengusaha tahu banyak yang gulung tikar. Tapi yang sangat disayangkan adalah usaha ini sungguh minim akan inovasi, baik dari sedi produksi, maupun pemasaran. Sehingga akhirnya pada tahun 2016, ketika pertama kali pabrik ini dipegang oleh orangtuaku (dengan modal dari nol, karena modal sebelumnya sudah dibagikan), aku kemudian mulai ikut campur tangan dan lebih banyak ikut andil dalam pemasarannya. Sejak saat itu, sering pula ada acara-acara yang dilakukan di sini, seperti KOAS para dokter, acara entrepreneurship beberapa sekolah, puskesmas, dll. Aku juga turut memasarkan produknya di kantor, di Bank Indonesia dan di komunitas-komunitas yang aku masuki, seperti perkumpulan UMKM, komunitas di tempat Gym, dan memasarkan kepada teman-temanku yang memiliki cafe. Aku tahu bahwa aku harus meneruskan usaha ini kelak dan aku harus belajar lebih banyak untuk meningkatkan penjualan produk ini. Maka dari itu, aku juga membuat diferensiasi produk dengan memproduksi susu kedelai dan kedepannya aku akan membuat nata de soya dan biskuit yang terbuat dari ampas tahu.
Dunia terus berubah dan kita harus bisa beradaptasi dengan perubahan itu, karena jika tidak, maka kita akan tergerus oleh kemajuan jaman.
“Kegilaan adalah melakukan sesuatu dengan cara sama berulang-ulang dan mengharapkann hasil berbeda.”
Albert Einstein

No comments:
Post a Comment