Sunday, August 26, 2018

KEMELUT



Jalan-jalan menghujat dan angin turun melintasi.
Resahnya mengalir pada tanggal di atas kalender tua.
Bisik, berbisik kerikil-kerikil pada rongga dada.
Sesak,  hening, kosong.

Sepertinya kertas-kertas tengah bersorak-sorai.
Berpesta dengan lembaran-lembaran tanpa goresan.

Kosong,  sekali lagi kosong!
Meluap, tak tertahankan.
Terima saja dan berikan airmata!
Kalimatnya adalah penanda,
Dan usai,  selesai apa yang ingin langit bicarakan.

Gaduh adalah titik perhentian ketika nafas hendak diarak-arak.
Berhenti!  Dan ulangi sekali lagi!
Beri aku imajinasi.

Dan angka-angka dalam kertas  hanya berdesakan dikepala.
Nilainya berhamburan seperti potongan khayalan.

Hentikan!
Akhiri semuanya!
Biarkan nafasnya terbenam dan peluh itu tidur.

Kusut!
Dan wajah-wajah menjadi muram!
Selesai!
Harapnya tanggal dan malam berkemas tanpa sisa.
Putus asa..

No comments:

Post a Comment