Thursday, August 16, 2018

Daily Activity 2



Sabtu, 11 Agustus 2018
   
    Di Rumah Indri Albis, pertemuan AHINDO kembali berlangsung. Agenda kali ini adalah rapat untuk acara Cibaduyut Kuliner Selebritis 2018. Setelah musyawarah panjang, akhirnya aku terpilih menjadi ketua pelaksana. Memang, awalnya aku sempat ragu, apakah aku bisa melakukan tugas sebagai ketua dalam acara yang besar seperti ini, dimana banyak pengusaha, pejabat dan artis terlibat di dalamnya. Tapi, ini justru tantangan baru bagiku dan aku senang bukan main karena bisa mengeluarkan ide-ide dalam kepala dan ide itu juga disetujui para pembina dan anggota. Dan hal yang aku syukuri  di sini adalah bahwa nanti aku harus koordinasi secara intens baik dengan Gubernur maupun Walikota untuk mensukseskan acara ini.

Minggu, 12 Agustus 2018   
   
    Pemotretan dengan tema Army. Kostum kali ini kurang all out, karena ada kesalahan teknis. Seharusnya aku memakai celana kargo, atasan army, hingga topi dan pistol mainan dan sepatu Delta, tapi jadinya aku hanya memakai kaos army, jaket parka warna hijau tosca dan sepatu boots Delta warna Krem. Aku sangat suka dengan sepatu Delta ini, karena selain nyaman, juga terlihat keren, hanya saja karena warnanya krem, jadi cepat kotor.

    Dan untuk makeup, rasanya kurang eksotis untuk di luar ruangan seperti ketika pemotretan di Forest Walk. Memang, setiap kali pemotretan, orang yang memakaikan makeup itu berbeda-beda (perias atau entah apalah istilahnya). Aku makeup nude dan gotik, sehingga kesannya terlihat misterius, meskipun kulit wajah jadi terlihat cokelat dan lipstick gelap, tapi itu keren menurutku, dibanding warna-warna cerah dan terkesan girly.

13 Agustus 2018
   
    Seharusnya hari ini meeting ke kantor, namun aku izin karena mag kambuh dan rasanya mual bukan main.

14 Agustus 2018

    Aku coaching dengan Agency Director di rumahnya. Bu Nisa heran dengan aktivitasku beberapa minggu ke belakang. Akhirnya aku berterus terang bahwa aku melakukan pemotretan dan aku ternyata menyukainya, tapi aku tau hal ini membuat fokusku di dunia asuransi jadi terganggu, hingga aku memutuskan untuk tidak terlalu serius untuk pemotretan. Bu Nisa kemudian memintaku untuk kembali fokus pada target dan dia meminta laporan rutin setiap harinya. Aku setuju dan dia memberi pinjam buku “Piece of MIND” karya Sandy MacGregor agar aku bisa memetakan pikiran dan mengaktifkan kekuatan pikiran bawah sadar untuk mencapai tujuan.

15 Agustus 2018

    Hari ini fokus prospek dan membantu orangtua di pabrik. Dan hari ini aku mulai memikirkan cara meningkatkan usaha keluarga karena sejauh ini, belum ada inovasi yang cukup signifikan.

16 Agustus  2018

    Masih aktivitas prospek dan pergi ke Lembang karena hari ini ternyata pendaftaran terakhir pelatihan mengolah susu. Aku sangat bersemangat karena dari dulu aku butuh ilmu untuk itu. Hal ini dilatarbelakangi oleh produk susu kedelai yang aku buat selalu memiliki masalah dalam ketahanannya, sehingga aku ingin lebih mendalami bagaimana cara untuk mengantisipasi itu. Aku tidak hanya bisa membaca secara teori, tapi aku harus terjun secara langsung. Dan di sini tempatnya. Tadi aku mengirimkan persyaratan berupa fotocopy KTP dan foto 4 lembar, lalu mengisi formulir yang cukup panjang, seperti sedang melakukan psikotes. Menurut panitianya, nanti akan diseleksi lagi, lalu dikabari siapa yang terpilih. Jika terpilih, maka peserta akan diberikan penginapan gratis dan uang saku.
Kesempatan tidak akan datang dua kali. Aku tau, kemarin saat aku meminta ijin kepada Bu Nisa untuk ikut pelatihan ini, dia tidak setuju karena hal ini akan mengganggu aktivitas prospekku dan target produksi juga semakin lama tercapai. Mulanya aku mengiyakan bahwa aku tidak akan ikut pelatihan ini. Tapi, hatiku berkata lain. Aku harus ikut dan orang tua menyetujuinya. Aku sepertinya memiliki masalah dengan fokus, tapi sebetulnya aku hanya membagi waktu saja. Aku tetap memprioritaskan asuransi, tapi rasa ingin tahuku terhada inkubasi susu, pasteurisasi susu, dll susah untuk dihalangi.
PR aku sekarang lumayan banyak, selain membina tim dan mengejar target di Asuransi sebagai AM, memegang amanah sebagai ketua pelaksana pada acara Cibaduyut Kuliner Selebritis 2018 (8 September 2018), aku juga harus mengikuti pelatihan demi mengembangkan produk tahu dan susu kedelaiku selama ini. Semoga semuanya dimudahkan. Aamiin.

    Oya, dan terakhir masalah jodoh. Akhir-akhir ini banyak sekali temanku mengenalkan teman-temannya kepadaku, terakhir adalah seorang arsitek yang dikenalkan tadi malam. Jujur, dari semua yang mereka kenalkan, seingatku ada lima orang, sepertinya teman-temanku memberikan kenalan orang-orang yang punya uang banyak atau pengusaha atau orang-orang dengan profesi yang oke, tapi ujungnya jadi seperti bisnis dan tidak ada hati di dalamnya. Aku sering laporan juga pada Ibu dan jawaban Ibu tadi sungguh di luar dugaan. Dia bilang bahwa aku tidak usah cepat-cepat ingin menikah karena ayah dan ibu  juga tidak memaksa harus nikah. Ibu bilang, jangan mendengar omongan-omongan di luar, karena bagaimanapun orangtua ingin anaknya bahagia. Ibu tidak mau aku menikah karena terpaksa dan tergesa-gesa, lalu menyesal pada akhirnya.

    Ini sungguh aneh. Ibu aku juga sepertinya tahu bahwa aku memilih calon sepertinya tidak memakai hati. Dia tidak ingin begitu. Aku bersyukur memiliki orang tua yang memberikan aku kebebasan, tentang kapan aku mau menikah ataupun tidak menikah sekalipun, meskipun aku tahu bahwa yang mereka khawatirkan adalah ketika mereka berdua tidak ada, hidupku akan bagaimana? Mereka memikirkan itu karena tahu bahwa saudara kandung tidak akan sebaik orangtua. Entahlah, aku tidak ingin banyak berpikir kali ini, karena aku sudah sangat lelah.



No comments:

Post a Comment