Sunday, August 5, 2018

PASSION


    Kesempatan tidak pernah datang dua kali, itu yang sering dikatakan oleh orang-orang selama ini, termasuk sahabatku yang masih membujukku untuk menjadi model pakaian muslimah. Aku menolak bukan karena harus menjalani proses mulai dari sekolah modeling, dll, tapi lebih dari itu, aku tidak ingin menjadi orang lain. Aku tidak mau memakai apa yang tidak mau aku pakai, aku tidak menyukai aturan dan keteraturan. Itu hal terbaik dan terburuk yang ada dalam diriku. Aku menyukai kebebasan.

    Dari jaman ketika badanku masih sekurus triplek dan belum berkerudung, aku sempat ditawari untuk menjadi model, namun aku menolak dengan tegas, selain merasa tidak percaya diri, tidak suka difoto dan tidak suka keramaian, keluarga juga tidak mengijinkan, karena model selalu memiliki konotasi negatif dimata mereka, seperti harus mengumbar aurat,dll.
Namun, kali ini fashion islami tengah mendunia dan kesempatan itu datang lagi. Peluang datang disaat aku tengah belajar untuk fokus. Dengan iming-iming penghasilan, karier dan jalan-jalan ke luar negeri untuk fashion show, dengan tidak harus mengumbar aurat, siapa yang tidak mau? Tapi, intinya kita harus melihat passion kita lagi, apakah sudah tepat dibidang itu atau belum. Apa itu yang kita mau? Apa itu yang membuat kita berhasrat dan menggebu-gebu untuk melakukan sesuatu? Jika bukan, lebih baik tinggalkan.

    Relasi dan jaringan memang mempermudah semuanya. Aku mendapat kemudahan untuk bisa masuk didunia modelling, tapi sepertinya aku belum bisa mengambil peluang itu. Aku tidak mau susah payah menurunkan berat badan, mempertahankannya dan ah entahlah sepertinya aku tidak berbakat dibidang itu. Jika tujuannya hanya uang, aku rasa segala sesuatunya tidak akan bertahan lama.

    Aku tidak suka memakai gamis. Aku tidak suka memakai apapun yang tidak aku inginkan. Aku menyukai fashion, tapi aku bukan orang yang fashionable. Aku sering mengadakan acara-acara besar yang berkaitan dengan fashion, salah satunya adalah fashion show yang memanfaatkan sampah non organik untuk menjadi gaun atau baju apapun. Lomba ini pernah diselenggarakan dengan bantuan dari dinas pariwisata dan salah satu mall di Bandung. Aku menyukai seni dan kreativitas. Fashion adalah salah satu wadah untuk menyalurkan seni dan kreativitas.

    Aku masih ingat ketika mendapat hadiah “Glamour Camping” dan malam harinya ada acara fashion show, aku tampil sangat total dan tidak ada rasa malu. Malam itu temanya adalah fashion era 70an. Aku memakai celana kulit cutbray, leather boots high heels (5cm), kemeja putih berenda, rompi, topi, syal dan kacamata hitam dan syal dengan hiasan berkilau yang aku ikatkan dipinggang. Tanpa rasa malu, aku berlenggak lenggok di depan penonton yang rata-rata adalah senior-seniorku. Saat itu banyak yang memujiku dan mereka mengatakan bahwa ide aku kreatif dan sesuai dengan tema.
Malam itu aku masuk lima besar yang terpilih sebagai yang terbaik. Aku senang, bukan karena lombanya, tapi karena aku senang melakukannya. Apakah ini yang disebut passion?

    Juli 2017, aku juga menang saat fashion show dengan tema colorful. Aku tampil out of the box, begitu yang disampaikan oleh salah satu Agency Director.
Aku senang berkreasi, aku cinta dunia kreatif, jiwaku ada dalam seni. Dan jika seperti itu, aku lebih suka menjadi perancang busana dibanding modelnya.

    Menulis, melukis, mengarang lagu, merancang busana, mendesign sepatu dan membuat ide-ide bisnis, itulah passion aku dan jika boleh dirangkum, semua adalah berkaitan dengan kebebasan berekspresi. Aku tidak suka sekat. Aku tidak ingin didikte. Aku ingin orang tahu apa yang aku rasakan, apa yang meluap-luap dihatiku, apa yang menguras air mataku, apa itu kebahagiaanku, apa kesedihanku. Dan media untuk meluapkan semuanya adalah seni.

    Model dan perancang busana jelas berbeda. Model hanyalah orang yang memperagakan, sedangkan perancang busana adalah otak dari semuanya. Aku mau menjadi model, jika apa yang harus aku pakai sesuai dengan yang aku mau. Aku mau menjadi model, jika apa yang harus aku tampilkan selaras dengan jiwaku.

    Kita tidak bisa mengejar dua merpati secara bersamaan dan berharap dua-duanya bisa kita dapatkan, karena yang ada justru kita akan kehilangan semuanya.
Itu pulalah yang harus aku terapkan juga dalam pekerjaan. Sekarang, Aku tengah menjalankan usaha dibidang kuliner dan disaat bersamaan juga menjadi agen asuransi. Baru melakukan dua hal ini saja, kadang aku tidak bisa membagi waktu dengan seimbang, karena aku lebih dominan menjalankan tugas sebagai agen asuransi. Bukan tanpa alasan, hal ini aku lakukan karena resiko sebagai agen asuransi jauh lebih kecil, tanpa modal dan uang bisa didapatkan lebih cepat dengan kenaikan yang drastis, berbeda dengan usaha kuliner yang sudah aku jalani selama ini, resikonya jauh lebih besar dan keuntungan berbanding lurus dengan modal dan tenaga yang sudah kita keluarkan. Saat kita tidak beraktivitas, maka penghasilan juga ikut terhenti, itulah yang aku alami saat berbisnis kuliner. Lain halnya saat menjadi agen asuransi, saat mendapatkan satu nasabah, aku menerima komisi selama 5 tahun, terlepas dari aku sering datang ke kantor atau tidak, sehat atau sakit, komisi masuk terus menerus.

    Aku tahu bahwa passion aku memang didunia seni, tapi saat berkecimpung didunia asuransi, aku juga tengah berkecimpung didunia seni, diantaranya adalah seni untuk menjual, seni untuk menyentuh hati orang lain, sehingga mereka membeli karena keinginannya, bukan karena paksaan atau karena kasihan kepada kita.

    Bersyukur adalah cara paling mudah untuk menemukan kebahagiaan dalam diri. Apapun yang belum bisa kita capai hari ini, jangan dijadikan alasan untuk berhenti melangkah dan menemukan tentang siapa diri kita yang sebenarnya.

    Kadang-kadang kita ingin tinggal pada hari ini dan tidak mau menemui hari esok. Kadang-kadang kita begitu takut dengan sesuatu yang kita ciptakan sendiri, dengan bayangan-bayangan dan imajinasi yang belum tentu terjadi.

    “Hadapi, hayati, nikmati!”

Itu adalah salah satu pesan yang pernah aku lihat dari cuplikan film motivasi. Dan aku setuju bahwa cara untuk membuat hati damai saat dilanda masalah besar adalah menghadapinya, lalu hayati prosesnya dan nikmati apapun hasilnya, maka dengan begitu kita bisa merasakan kebahagiaan.
Bukankah apapun yang kita lakukan saat ini, tujuan akhirnya adalah untuk bahagia? Jadi, lakukanlah sekarang juga, HADAPI SEMUANYA DAN TEMUKAN KEBAHAGIAAN KITA!

Biarkan tangan-tangan Tuhan yang bekerja, tapi kita jangan diam. Terus bergerak, lakukan apa yang bisa kita lakukan, berikan yang terbaik!
Bissmillah, sertakan Dia dalam segala urusan.


Saat menjadi model Makeup Artist 

No comments:

Post a Comment