Sunday, August 26, 2018

DAILY ACTIVITY 3




    Mendua itu melelahkan. Itu yang sering orang keluhkan ketika mereka harus membagi fokusnya selama ini. Ternyata memang benar, mendua itu tidak semanis yang dibayangkan selama ini, baik mendua dalam hal hati, maupun pekerjaan. Tapi kali ini yang akan aku bahas adalah masalah pekerjaan.


    Dari hari kamis, jadwalku kali ini sudah cukup padat, mulai dari harus datang ke Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat untuk mengikuti sosialisasi sebelum acara pelatihan dimulai pada bulan September, lalu hari selanjutnya adalah meeting di Cibaduyut, survey lokasi dan merampungkan proposal, serta mencari sekretaris baru yang digaji agar bisa stay di kantor kesekretariatan, dan terakhir adalah bertemu pengusaha yang sudah direncanakan jauh-jauh hari hingga aku dan teman harus menemuinya di Kebun cengkeh karena orangnya sangat sibuk dan kebetulan kali ini dia sedang berada di Bandung dan tengah survey ke perkebunan miliknya.

    Lelah? Pasti. Berangkat pagi dan pulang malam, itu yang aku lakukan selama ini, nyaris seperti ketika awal-awal aku kuliah, dimana waktu itu aku sibuk organisasi, berjualan, mengajar ditempat les dan menjalankan Event Organizer. Dan kali ini ceritanya hampir sama. Dan jika sudah seperti ini, susah sekali menjalankan semua dengan seimbang, karena kadang-kadang ada yang lebih kita utamakan dan yang lainnya kurang menjadi prioritas utama.
Seperti hari ini, aku tidak berangkat meeting ke Perusahaan Z, karena badan pegal semua dan masih ada tugas lain yang harus segera diselesaikan. Tapi syukurlah, hari ini aku mendapatkan seorang sekretaris dan IT baru, sehingga tugas-tugas mulai sedikit terasa ringan.

    Aku tidak pernah bisa setengah-setengah ketika berkecimpung dalam kegiatan apapun. Seperti sekarang, menjadi ketua pelaksana untuk acara besar yang mendatangkan Gubernur, para pengusaha, selebritis dan Presiden sungguh tidak bisa main-main. Bahkan, panitia sudah saling support untuk acara ini, salah satunya adalah Bpk S yang merupakan komisaris dari properti dan beberapa sektor bisnis lainnya yang sangat mendukung dan memfasilitasi kemajuan para anggota dan kesuksesan acara. Salah satu fasilitas dari beliau adalah sebuah tempat yang bisa dijadikan gerai pleh para pelaku UMKM, lalu fasilitas apartemen dan tempat untuk acara nanti tanggal 8 November.

    Dan karena kesibukan itulah, fokus didunia asuransi sedikit berkurang, meskipun aku memasukan asuransi dalam tiket acara, namun yang masuk adalah asuransi dari Perusahaan B, sedangkan untuk Perusahaan Z, aku merencanakan untuk menawarinya menjadi sponsor, sehingga nanti Perusahaan tersebut bisa membuka stand di sana dan mengisi acara sekitar 30 menit untuk persentasi.

    Selain mengurus hal-hal di atas, aku juga tengah sibuk untuk mempersiapkan sebuah buku yang bertema sastra yang nyaris selesai sekitar 60% dan hal ini sudah aku persentasikan ke beberapa pihak yang berminat untuk kerjasama.
Sedangkan untuk menjadi model beberapa produk yang sudah endorse, diantaranya dua merk tas dan sepatu hiking bisa aku lakukan tanpa perlu menyita banyak waktu. Yang aku tunda selain hal-hal itu adalah membuat film, padahal Bpk A sudah memfasilitasi dan beliau bahkan ingin aku untuk ikut serta dalam lomba film KPK, dimana proposalnya terlebih dahulu yang dikirimkan dan jika lolos seleksi, maka aku akan didanai untuk membuat film tersebut. Namun, sepertinya aku tidak bisa ikut lomba tersebut, karena deadline tanggal 30 Agustus. Untuk film, bulan ini aku sudah membuat skenario film pendek, dll untuk acara nanti tanggal 8 November dan rasanya ada kepuasan tersendiri ketika karya kita diapresiasi oleh orang lain.

    Lelah? Tentu. Tapi, aku bukan anak seorang pejabat, atau anak seorang pengusaha besar yang dengan mudah bisa membeli apapun dengan hanya menggesekkan kartunya. Aku perlu langkah dan keringat sendiri untuk mewujudkan apapun yang aku mau, entah itu pendidikan ataupun barang-barang baru. Jadi, karena hal itulah aku harus bisa menghibur rasa lelahku sendiri.
   
    Sekali lagi aku katakan, mendua itu sungguh melelahkan. Ini baru masalah pekerjaan, bagaimana jika mendua dalam urusan hati? Mungkin akan banyak skenario-skenario baru yang ditampilkan, entah itu tentang kejujuran atau kebohongan, tapi pasti ujung-ujungnya akan menyakitkan. Jadi sudahlah, jangan mendua ya, satu saja cukup. Tapi, satu yang tak hanya status palsu.hehehe


No comments:

Post a Comment