Monday, August 6, 2018

SENIN



    11.00, aku tiba juga dikantor setelah sebelumnya menahan rasa mulas dan mual sepanjang jalan. Aku melewatkan meeting mingguan pada pukul 09.00-10.00 dan aku kehilangan satu jam di kelas MDRT pertemuan kedua. Pagi ini aku diare terus menerus disertai rasa mual. Sepertinya itu gejala masuk angin atau mag, entahlah. Aku sering begadang hampir setiap hari, tapi baru kali ini rasanya badan tidak fit pada pagi harinya. Karena telat dan kondisi badan seperti ini, aku memutuskan untuk naik transportasi umum untuk datang ke kantor.

    Aku tak ingin melewatkan satu pertemuan pun dikelas MDRT. Selain karena kelas ini berbayar dan pesertanya terbatas, trainer di kelas ini juga merupakan orang yang luar biasa, dia adalah mantan presiden MDRT di Indonesia, selain itu dia juga penulis best seller di Gramedia. Pencapaiannya didunia asuransi sudah tidak bisa diragukan lagi.

    Pertama kali membuka pintu kelas, Mr D langsung menyapaku dengan menyebutkan nama.

    “Indri ya?”

Aku malu bukan main karena Mr D ternyata mengenaliku, padahal kita baru bertemu dua kali dengan hari ini. Dan dia biasanya tidak mudah mengenali banyak orang, karena dia sering menjadi pembicara dimana-mana, dan dikelas inipun, dia belum mengenali semua pesertanya.

    “Saya ingat Indri karena dia punya ide kreatif yang dia sampaikan pada pertemuan pertama.”
   
Ucap Mr D kepada para peserta yang hadir hari ini. Pada pertemuan pertama di kelas MDRT, aku memang sharing tentang cara menjual asuransi dengan cara yang unik yang tidak bisa aku jelaskan di sini. Caranya simple, mudah membuat orang bertanya lebih banyak dan membuat janji untuk bertemu dengan kita. Selain karena hal itu, di kelas ini baru aku seorang yang sudah menerapkan teknik NLP dalam melakukan penjualan, maka dari itu Mr D dengan mudah mengingat namaku.

    Beberapa menit sebelum jam makan siang, aku juga diminta sharing kembali oleh Mr D di depan kelas. Dan karena hal inilah, para peserta mulai mendekatiku dan bertanya lebih banyak tentangku, mulai dari kehidupan pribadi sampai hal-hal yang berkaitan dengan cara menjual yang kreatif, padahal para peserta di kelas ini rata-rata adalah para senior yang usianya jauh lebih tua dariku, tapi mereka tidak gengsi untuk bertanya dan belajar dari orang yang jauh lebih muda.

    Jika ditanya apa kelebihanmu? Maka, aku akan menjawab bahwa kelebihanku atau daya tarikku muncul saat aku berbicara, dan lebih seringnya adalah saat melakukan public speaking. Entahlah, tapi yang pasti kita memang harus sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan kita sebelum melangkah untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita selama ini.
Tapi, karena daya tarik inilah kadang-kadang jadi bumerang tersendiri untukku. Seperti ketika aku berada di perusahaan lama, gara-gara orang kagum saat aku berbicara di depan umum, selain karena prestasi dalam penjualan, maka saat itu namaku mulai dikenali oleh banyak orang. Dan menjadi terkenal itu tidak selamanya menyenangkan, karena ketika prestasi kita turun, orang-orang dengan mudah mengungkapkan kekecewaannya, selain itu, ketika ada berita negatif tentang kita, maka beritanya dengan mudah tersebar luas dan menjadi bahan gosip.
Karena sebab itulah, pada perusahaan baru ini, aku tidak ingin dikenali oleh lebih banyak orang. Aku tidak ingin saat aku berprestasi, maka orang-orang mulai kagum dan ingin belajar lebih banyak dariku. Aku tidak ingin seperti itu. Aku justru ingin lebih banyak belajar dari orang lain. Aku ingin mendengar, memahami dan menerapkan apa yang perlu aku terapkan dalam hidupku. Aku tidak ingin terkenal.

    KALENDER
Tandai tanggal-tanggal dikalender.
Tanggal dimana hasrat lebih kuat dibanding iman.
Jangan berbohong, tak usah berpura-pura!
Dimana tanggal itu berada?
Tanggal-tanggal yang tanggal tatkala baju ditanggalkan.
Dan nafsu meluap-luap seperti dosa yang hendak dituliskan.

Ingatkah harinya?
Dimanakah bulannya?
Tanyakan saja!
Itu dosa..
           
            
          

No comments:

Post a Comment