| @Pangandaran Beach |
Selamat datang April. Pagi tadi aku terbangun dengan penuh rasa syukur. Bagaimana tidak, hari ini sungguh banyak sekali nikmat dari-Nya untukku, diantaranya adalah aku masih dipertahankan sebagai Agency Manager dan ketika aku meminta waktu satu bulan selama bulan April untuk mengejar target, ternyata Agency Director memberikannya. Ini adalah salah satu anugerah bagiku di awal bulan April ini.
Sebelum memasuki bulan April, banyak sekali kejadian tidak terduga datang ke dalam hidupku. Dimulai ketika “dia” datang dan kemudian menjadi bagian penting dari hari-hari yang aku jalani, hingga kasus “merkuri” yang hampir merenggut nyawaku, dan terakhir adalah kehadiran nenek angkat yang kemudian menjadi keluarga baru. Semua itu tidak bisa aku lewati dengan mudah.
Aku tidak pernah mengira, sepulangnya aku dan tim dari Pangandaran dan Madasari untuk mengerjakan project musikalisasi puisi, aku harus keracunan merkuri. Ini adalah sakit yang paling parah yang aku alami. Tubuh seperti mengalami luka bakar selama berminggu-minggu, pusing, demam, menggigil.
Mulanya, E mengira aku terkena herpes, tapi ternyata bukan. Sakitku adalah karena merkuri dan penjelasan untuk hal ini sangat panjang dan ada kaitannya dengan nenek angkat yang baru aku kenal.
Karena kasus inilah, E menyarankan aku untuk dicek disalah satu rumah sakit di Bandung, hingga kemudian aku pun dirawat di sana. E dan nenek bergantian menjaga aku di rumah sakit, selain sahabat lain yang datang menjenguk. Keluarga aku tidak bisa menunggu di rumah sakit, karena mamah juga sudah sebulan sakit dan yang lainnya sibuk.
Sejak aku dirawat, aku melihat ketulusan E dan nenek yang tanpa pamrih menungguku, padahal mereka bukan keluarga. Namun, aku dirawat bersamaan dengan jadwal open casting salah satu rumah produksi rekanan E, dimana sebelumnya aku dan dia juga bergabung di sana. Aku kemudian tidak ikut acara open casting karena sakit. Tapi E tetap melanjutkan aktivitasnya di rumah produksi.
Hingga kemudian aku diijinkan pulang, penyakitku belum sembuh total dan kulit tangan masih proses pengelupasan. Aku lebih banyak istirahat di rumah dan menolak ajakan E untuk melakukan aktivitas di luar.
Dan satu hal yang membuatku tidak habis pikir, nenek angkat dan E tidak pernah akur. E tidak suka aku terlalu dekat dengan nenek dan begitu pun sebaliknya.
Aku masih komunikasi dengan E dan mulai beraktivitas pada bulan Februari. Bahkan saat akan menjelang imlek pun, kita masih membeli pernak pernik imlek dan permen serta dodol bareng-bareng. Tidak ada masalah sedikitpun.
Dan kemudian sahabatku sakit, aku mengajak E menjenguk dia di rumahnya. E dari awal selalu cemburu kepadanya tanpa sebab. Dan puncaknya adalah keesokan harinya ketika sahabatku dirawat dan aku nginap dirumah sakit untuk menjaga dia.
Sejak saat itu, E mulai berubah, terlebih dia sibuk di rumah produksi dan ikut syuting juga, sedangkan aku sejak keluar dari rumah sakit, ibuku tidak mengijinkan aku untuk mengikuti jejak E berkecimpung didunia hiburan. Ibu lebih senang aku fokus dengan usaha dan karier yang sedang aku jalani saat, karena menurutnya, dunia hiburan rentan dengan sex bebas dan narkoba.
Dan kemarin, aku marah pada E, sangat marah, karena dia mulai berubah drastis. Kesombongannya mulai menjadi-jadi. Bahkan tadi siang, temanku juga bercerita kalau hari sabtu dia bertemu dengan E dan dia sangat sombong. Belum jadi artis top saja sudah begini, bagaimana kalau sudah terkenal, mungkin dia ga akan pernah mengakui bahwa kita pernah kenal satu sama lain.
Dan sore ini, sepulang aku tutup toko, aku salah jalan pulang. Nyasar ke mana-mana, banjir dan macet. Padahal tadi cuma ada dua pilihan jalan, ke Cicaheum atau lewat ke Jl Purwakarta, Antapani dan langsung ke luar di Jl Soekarno Hatta (lewat Parakan Saat). Biasanya aku lebih suka memilih jalan ke Antapani, tapi tadi aku malah memilih arah Cicaheum yang terkenal macet. Dan sialnya lagi, di Cicaheum, aku malah belok ke kanan dan nyasar ke Cisaranten, berputar-putar di sana karena banjir dan macet, hingga ke luar ke Sekarno Hatta hampir menjelang magrib.
Salah jalan tadi sungguh bermakna untuk pelajaran hidupku. Persis ketika aku tahu bahwa jalan untuk mencapai ketenangan hidup dan taubatan nasuhaku adalah melalui jalan A atau B. Tapi aku malah berputar-putar tak tentu arah di lingkaran E. Aku tahu, mengenal E hingga memasuki hidupnya dan kemudian sakit hati olehnya adalah seperti ketika aku salah jalan. Aku hanya membuang banyak waktu, tenaga dan pikiran tapi aku tidak pernah mencapai apa yang aku mau, tidak pernah sampai pada tujuanku. Dan kini Tuhan menjauhkan aku darinya seperti ketika aku ke luar dari Cisaranten dan memasuki Jl Soekarno Hatta, rasanya plong dan aku bisa sampai ke rumah dengan cepat.
Terimakasih Tuhan untuk pelajaran berharga yang aku dapatkan saat ini. Terimakasih juga pernah menghadirkan E dalam hidupku. Karena pengalaman adalah guru terbaik. Selamat jalan E, semoga kamu tidak pernah salah jalan sepertiku. Semoga dunia hiburan tidak membuatmu terbuai hingga lupa norma-norma dan etika. Dan semoga kamu ingat bahwa kita adalah makhluk sosial. Kita tidak bisa berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain. Suatu saat kamu akan membutuhkan orang-orang yang saat ini kamu buang seperti sampah. Ingat, hanya satu yang paling cepat menjatuhkan manusia, itu adalah kesombongannya sendiri.
| @LisungCafe |
![]() |
| Nenek angkat |
![]() |
| Temen-temen yg nengok |
| @RoemahKopi Dago |
| @M-Square Apartemen Cibaduyut |
| @Cibaduyut |
| @Ruko M-Square Cibaduyut Selesai acara CKS |
| @Serba Susu Lembang |
| @Universitas Kristen Maranatha |
| @Pemkot Bandung |
| @Floating Market Lembang |
| @KampoengAwi |
| @Pangandaran |
| @De Ranch Lembang
*Ada ratusan foto, kenangan dengannya diberbagai tempat, tapi cukup segini aja yang diposting untuk sekedar mengingatkan tentang kenangan tanda kebersamaan 😉
|




No comments:
Post a Comment